Main Menu

Telat Lapor KPPU, Perusahaan Ini Kena Denda Rp1,1 Miliar

Aries Kelana
20-09-2018 17:57

KPPU mendenda perusahaan telekomunikasi. (Dok.KPPU/RT)

Jakarta, Gatra.com -- Ini peringatan buat pengelola perusahaan: jangan sampai telat lapor ke Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU). Sebab sanksi dendanya lumayan gede. Mungkin kasus yang menimpa PT Profesional Telekomunikasi Indonesia (PTI) bisa menjadi contoh.

 

KPPU mendenda perusahaan tersebut karena telat melaporkan pengambilalihan saham PT Iforte Solusi Infotek (ISI). Akibatnya PTI harus membayar denda Rp1,1 milyar kepada negara. Itu merupakan salah satu putusan majelis hakim komisi KPPU yang dibacakan di kantornya, Jalan Juanda, Jakarta Pusat, Kamis (20/9). 

Kasus yang menyeret ke perkara yang melibatkan KPPU bermula PTI membeli saham ISI. Dari hasil penggabungan itu, PTI dan ISI, berdasarkan rilis KPPU yang diterima Gatra.com, Kamis (20/9), memiliki toal aset sekitar Rp16,6 triliun. sedangkan total penjualan kedua perusahaan gabungan ini menjadi Rp4,1 trilyun. "Karena penggabungan badan usaha memiliki nilai aset dan/atau nilai penjualan melebihi jumlah tertentu, maka wajib diberikan secara tertulis kepada KPPU paling lambat 30 hari kerja setelah berlaku efektif penggabungan usaha," ujar majelis hakim komisi.

Penggabungan usaha berlaku efektif sejak 1 Juli 2015 berdasarkan suarat Direktorat Jendral Administrasi Hukum Umum, Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia, perihal perubahan data perseroan. Tapi, PTI justru melaporkan penggabungan itu pada 10 Desember 2015. Ini berarti ada keterlibatan laporan sekitar 79 hari kerja. "Karena itu menghukum terlapor membayar denda Rp1,1 miyar. 


Aries Kelana

 

Aries Kelana
20-09-2018 17:57