Main Menu

Wilayah Asia Menjadi Penyumbang Terbesar Aktivitas Online untuk Penjualan FMCG Global

Flora Librayanti BR K
24-09-2018 17:18

Ilustrasi belanja online. (Shutterstock/awy)

Jakarta, Gatra.com - Penjualan online global produk Fast-moving consumer goods (FMCG) tumbuh empat kali lebih cepat daripada penjualan offline. Selain itu, perdagangan di level regional menjadi penentu laju pertumbuhan penjualan FMCG online pada tahun-tahun mendatang. Sejumlah fakta tersebut tertuang dalam laporan terbaru dari perusahaan pengukuran global, Nielsen.

 

Laporan bertajuk “The Nielsen Future Opportunities in FMCG E-commerce Report” tersebut mengkaji faktor-faktor pendorong pertumbuhan FMCG e-commerce di 34 negara. Selain itu juga menyoroti kecepatan yang luar biasa dimana e-commerce FMCG akan bertumbuh dalam tahun-tahun mendatang, dengan capaian Laju Pertumbuhan Majemuk Tahunan (Compound Annual Growth Rate/ CAGR) mencapai 18,4% setiap tahun. Selain itu Nielsen juga memperkirakan total penjualan global akan mencapai US$400 miliar pada 2022.

“Banyak konsumen di seluruh Asia Pasifik telah merasakan pengalaman berbelanja online dalam beberapa bentuk, baik itu untuk perjalanan, pakaian, elektronik, atau kategori serupa lainnya,” kata Nielsen’s Developed Markets Digital Retail Lead, Ji Hyuk Park dalam pernyataan yang diterima Gatra.com, Senin (24/9).

Kawasan Asia Pasifik diharapkan memberikan beberapa peluang pertumbuhan terbesar untuk FMCG online dalam lima tahun ke depan. Sebanyak 43% konsumen di regional ini sudah menggunakan platform e-commerce untuk pengiriman produk ke rumah. Sebanyak 15% lagi menunjukkan bahwa konektivitas internet yang lebih baik akan meningkatkan kecenderungan mereka untuk berbelanja online.

"Negara-negara yang sedang berkembang di wilayah ini sangat menjanjikan untuk pertumbuhan e-commerce FMCG yang cepat dalam tahun-tahun ke depan seiring dengan melompatnya konsumen dari perdagangan tradisional ke pasar online. Maka, kebutuhan akan apa yang ditawarkan oleh omni-channel menjadi lebih penting dari sebelumnya bagi para peritel FMCG,” tambah Park.

Laporan Nielsen mengidentifikasi beberapa faktor pendorong utama pertumbuhan e-commerce FMCG di masa depan. Beberapa diantaranya: (1) Pendorong Pertumbuhan Dasar: ukuran pasar (market size), penetrasi rekening bank, penetrasi internet, penetrasi smartphone; (2) Pendorong Pertumbuhan Ekonomi Makro: kemudahan melakukan bisnis, kepadatan penduduk, keandalan pos pengiriman; (3) Pendorong Pertumbuhan Sosial: rasa percaya, budaya menabung; serta (4) Pendorong Pertumbuhan Suplai: kematangan para pemain e-commerce FMCG.

Korea Selatan memimpin dalam e-commerce global, dengan hampir seperlima (18%) dari semua FMCG dijual melalui online, diikuti oleh Cina (16% dari FMCG dijual online). Taiwan, Jepang, dan Australia juga menempati peringkat lima besar untuk pangsa pasar FMCG online (masing-masing 5,6%, 5%, dan 3%). Pasar Asia Pasifik lainnya yang tercakup dalam laporan ini termasuk India, Singapura, Malaysia, Indonesia, Thailand, serta Selandia Baru.


 

Flora L.Y. Barus

Flora Librayanti BR K
24-09-2018 17:18