Main Menu

Dubes RI Untuk Inggris Minta Investor Tak Perlu Khawatir Investasi di Indonesia

Aries Kelana
25-09-2018 12:42

Duta Besar RI untuk Kerajaan Inggris dan Irlandia, Dr. Rizal Sukma.(ANTARA/re1)

Liverpool, Gatra.com - Meski kondisi ekonomi dunia sedang tidak stabil karena adanya trade war, juga guncangan di Turki dan Argentina, namun Bank Indonesia menjamin kondisi ekonomi Indonesia stabil. Untuk itu, pengusaha tidak perlu khawatir untuk berinvestasi di Indonesia.

 

"Jangan ragu berbisnis dan berinvestasi di Indonesia,” demikian yang disampaikan oleh Duta Besar RI untuk Kerajaan Inggris dan Irlandia, Dr. Rizal Sukma, kepada kalangan pengusaha Inggris yang hadir pada acara Update on Business Opportunity in Indonesia di Liverpool Town Hall, Inggris pada Jumat pekan lalu (21/9), seperti dalam rilisnya yang diterima Gatra.com (25/9)..

Rizal menambahkan bahwa kerjasama yang telah terjalin antara Kota Surabaya dan Liverpool dapat dicontoh dan bahkan diperluas dengan kota atau provinsi lain di Indonesia.

"Keunggulan Liverpool pada industri kreatif, manajemen pelabuhan, pengembangan smart cities, pengembangan kapasitas SDM (sumberdaya manusia), dan energi baru terbarukan dapat menjadi area potensial yang dapat dikerjasamakan lebih lanjut," sambungnya.

Hal senada disampaikan oleh Wakil Walikota Liverpool Gary Miller yang sangat mengagumi karya-karya fashion Indonesia dan bahkan sempat melakukan kunjungan ke Surabaya beberapa waktu yang lalu. Gary sangat aktif mendorong kalangan usaha Liverpool untuk mengembangkan jaringan usahanya di Indonesia.

"Pintu yang telah dibuka oleh pemerintah Liverpool melalui kerjasama dengan salah satu kota di Indonesia tidak akan bermanfaat jika tidak dimanfaatkan secara penuh oleh kalangan usaha baik di Liverpool dan Surabaya, serta Inggris dan Indonesia pada umumnya," tandas Gary.

Forum bisnis yang dikemas dalam bentuk talk show tersebut menghadirkan Kepala Perwakilan Bank Indonesia di London Donny Hutabarat, Deputi Kepala Indonesia Investment Promotion Centre Theopita Tampubolon dan Atase Perdagangan KBRI London Nur Setyoko.

Donny Hutabarat menyampaikan bahwa perekonomian Indonesia masih stabil, meskipun dengan adanya tantangan ketidakpastian global sebagai akibat trade war, naiknya Federal Rate dan potensi spillover akibat guncangan ekonomi di Turki dan Argentina.

“Bank Indonesia tidak hanya melakukan kebijakan fiskal dan moneter yang pruden, tetapi juga menerapkan policy mix untuk mengendalikan laju inflasi dan stabilitas nilai tukar Rupiah,” jelas Donny.

Lebih lanjut disampaikan bahwa BI senantiasa berkoordinasi dengan instansi terkait guna penguatan industri berorientasi ekspor, revitalisasi peran Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia dan prioritasasi ulang proyek-proyek infrastruktur yang memiliki kandungan impor tinggi.

"Dengan berbagai langkah strategis tersebut, kondisi makro ekonomi Indonesia diprediksi masih stabil di tahun 2019 dibanding emerging market lainnya,” ujar Donny yang menutup penjelasannya dengan menekankan bahwa peluang berbisnis dengan Indonesia masih sangat terbuka, baik di sektor perdagangan, investasi maupun pariwisata.


Bernadetta Febriana

Aries Kelana
25-09-2018 12:42