Main Menu

Gelar Indopipe, IAPMIGAS Dorong Infrastruktur Gas di Negara Kepulauan

Mukhlison S Widodo
25-09-2018 13:42

Caption Arcandra Tahar membuka acara Indopipe 2018 (GATRA/Mukhlison/aw)

Jakarta, Gatra.com - Ikatan Ahli Perpipaan Minyak dan Gas Bumi Indonesia (IAPMIGAS) kembali menggelar acara Indopipe. Hajatan rutin yang terdiri dari rangkaian Workshop, Conference, Exhibition dan CMRP Sertifikasi ini digelar di Pullman Hotel, Thamrin, Jakarta dan dibuka oleh Wakil Menteri ESDM, Arcandra Tahar, Selasa (25/9).

 

Sebagai institusi nirlaba yang memiliki visi menyatukan para pelaku industri, ahli dan profesional bidang migas IAPMIGAS bukit mendorong pembangunan infrastruktur migas menuju kemandirian energi. 

Selain Arcandra, acara ini juga dihadiri dihadiri Direktur Jenderal (Dirjen) Minyak dan Gas, Djoko Siswanto; Ketua Badan Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak & Gas Bumi, SKK Migas, Sukandar; Anggota Komite BPH Migas, Jugi Prajogoo.

Selain itu ada Direktur Pemasaran Korporat PT Pertamina (Persero), Basuki Trikora Putra; Direktur Utama PT PGN Tbk., Gigih Prakoso serta Wiko Migantoro, Direktur Utama Pertamina Gas.

Menurut Dilo Seno Widagdo, ketua IAPMIGAS, Indopipe diharapkan menjadi ajang yang tepat guna menjalin komunikasi, berbagi ilmu fan perkembangan standarisasi yang berlaku di industri migas. "Sekaligus memfasilitasi dialog antara pelaku industri dan pemerintah dalam hal membentuk kebijakan dan regulasi," jelas Dilo.

Menurut Dilo, kegiatan ini rutin dilakukan pihaknya setiap dua tahun dan kali ini menjadi acara Indopipe yang ketujuh sepanjang asosiasi ini berdiri sejak 10 Juni 2008. 

"Tahun ini kami mengangkat tema Connecting the Archipelago; National Gas Infrastructure Development," ujar Dilo, yang juga menjabat sebagai Direktur Infrastruktur dan Teknologi PT PGN.

IAPMIGAS, masih menurut Dilo, terus mencoba memfasilitasi para profesional di industri pipa untuk dapat meningkatkan kemampuannya guna membangun dan mengelola pipa minyak dan gas alam nasional.

“Status sebagai negara kepulauan menjadikan para ahli perpipaan di Tanah Air dituntut lebih cakap dan profesional dalam mengembangkan infrastruktur terintegrasi untuk mendukung pertumbuhan ekonomi," ujar Dilo.

Dilo mengklaim, kontribusi ahli perpipaan migas dalam memberikan dampak terhadap pertumbuhan ekonomi nasional, tidaklah sedikit. 

"Apalagi ke depan kebutuhan pendistribusian gas alam dari bagian timur Indonesia ke pusat permintaan akan meningkat dan ini akan membutuhkan pengembangan fasilitas multi-infrastruktur yang memerlukan dukungan dari ahli pipa dengan kompetensi yang terus diperluas," ujarnya.

Sementara, Wamen ESDM, Arcandra Tahar mengingatkan pentingnya pengembangan infrastruktur di Indonesia yang mempertimbangkan karakteristik geografi negara ini. "Untuk itu infrastruktur pipa migas pun harus disesuaikan untuk negara kepulauan," ujarnya.

Arcandra juga menyambut baik peran IAPMIGAS dalam menghimpun para ahli pipa migas di Indonesia. 


Mukhlison

Mukhlison S Widodo
25-09-2018 13:42