Main Menu

Bantu Perusahaan Siap Hadapi Era Industri 4.0, Microsoft Sediakan Sejumlah Solusi IT

Flora Librayanti BR K
26-09-2018 12:02

Microsoft Solution Warehouse 2018.(Dok. Microsoft Indonesia/re1)

 

Jakarta, Gatra.com - Presiden Joko Widodo kerap mengingatkan semua pelaku industri bahwa Indonesia harus lebih cepat dalam mengadopsi konsep Industri 4.0 untuk meningkatkan daya saing Indonesia di era digital saat ini. Penggunaan teknologi digital yang terus berkembang seperti kecerdasan buatan (AI), Internet of Things, Human Machine Interface, teknologi robotik, dan teknologi percetakan 3D akan menjadi kunci untuk meningkatkan daya saing dan memasuki sepuluh besar ekonomi global terbesar pada 2030, yang seharusnya mengarah pada peningkatan ekspor.

Demi menjawab tantangan tersebut, Microsoft Indonesia menyelenggarakan "Microsoft Solution Warehouse 2018". Dihadiri oleh 1.500 pemimpin bisnis dan didukung oleh VibiCloud dan Hewlett-Packard, Microsoft ingin terhubung dengan para pelanggan dan memberikan kesempatan bagi mereka untuk dapat langsung terhubung kepada 300 solusi teknologi untuk setiap industri melalui para mitranya.

“Ketangkasan dalam berbisnis merupakan aspek penting untuk menghadapi era Industri 4.0. Terutama sejak pemerintah Indonesia berfokus dalam meningkatkan inovasi industri, dengan TIK sebagai salah satu sektor utama, seperti yang diumumkan oleh Kementrian Perindustrian pada April 2018 lalu,” sebut Chief of Partner Officer and Director of Small Medium-Corporate Segments, Microsoft Indonesia, Mulia Dewi Karnadi di Jakarta, Selasa (25/9).

Organisasi yang kompetitif adalah yang bisa mengadopsi teknologi yang mendukung perkembangan dan integrasi konektivitas, teknologi, informasi, dan komunikasi. Bekerjasama dengan para mitra Microsoft, bisnis dengan berbagai ukuran dalam berbagai industri akan memiliki akses kepada teknologi yang memungkinkan mereka untuk mengubah cara mereka berbisnis, terhubung dengan pelanggan, meningkatkan keuntungan, berinovasi, serta selalu relevan dengan kebutuhan pasar.

“Misi kami adalah untuk memberdayakan setiap orang dan setiap organisasi untuk mencapai lebih banyak hal, termasuk bisnis di Indonesia. Dengan menyediakan solusi Microsoft untuk meningkatkan penawaran bisnis dari mitra kami di Indonesia, akan lebih banyak perusahaan di Indonesia yang akan mendorong transformasi industri agar lebih maju,” tambah Mulia Dewi.

Menurut studi terbaru Microsoft yang bekerja sama dengan IDC, PDB Asia Pasifik diperkirakan akan memperoleh tambahan sebesar US$387 miliar pada 2021 dan tumbuh dengan tambahan 1,0% per tahun jika sektor manufaktur di Kawasan Asia Pasifik melakukan transformasi digital. Di Indonesia, pengembangan model bisnis baru dalam industri manufaktur telah dilakukan oleh PT. Waskita Karya (Persero), Tbk. BUMN tersebut mengadopsi Azure Site Recovery yang disediakan oleh PT. Sarana Solusindo Informatika sebagai mitra Microsoft.

“Dengan Azure Site Recovery, bisnis kami memiliki perlindungan otomatis dan pemulihan bencana yang sederhana dalam komputasi awan. Kami menjadi mampu memilah big data yang sangat penting secara terpadu untuk bisnis kami,” ujar Senior IT Infrastructure Waskita Karya, Paul Soselisa.

Di sisi lain, sektor ritel pun terus berbenah. The Body Shop Indonesia, misalnya, yang telah menerapkan beberapa sistem baru untuk mendukung proses bisnis di era digital, seperti intelijen bisnis dari mitra Microsoft, Nawatech.

“Keputusan untuk mengadopsi Power BI dari Microsoft didorong oleh pengakuan kuat solusi berbasis komputasi awan ini oleh Gartner dan cara mudah integrasinya dengan sistem lain yang telah diterapkan oleh perusahaan sebelumnya. Alat analisis bisnis dari Power BI ini memungkinkan karyawan kami untuk mengakses data dan informasi, membuat laporan, dan membuat keputusan bisnis dengan lebih efisien.,” kata Human Capital Director The Body Shop Indonesia, Mira F. Soetjipto.


Flora L.Y. Barus

Flora Librayanti BR K
26-09-2018 12:02