Main Menu

Ekspor Produk Kriya Capai US$776 juta, Kemenperin Bidik Kenaikan 10% di 2018

didi
26-09-2018 17:21

Caption Menteri Perindustrian Airlangga Hartanto didampingi Dirjen Industri Kecil dan Menegehm Gati Wibawaningsih dalam pameran kerajinan Nusantara Kriyanusa (GATRA/Dok. Kemenperin)

Jakarta, Gatra.com - Industri kerajinan nasional berpotensi menyumbang banyak devisa melalui capaian ekspor produknya. Sektor kriya yang merupakan salah satu dari kelompok industri kreatif ini sudah memiliki jaringan pasar yang luas di mancanegara, seperti Eropa dan Amerika Serikat.

 

“Oleh karena itu, kami aktif terus mempromosikan produk kerajinan nasional melalui berbagai pameran baik yang diselenggarakan di dalam maupun luar negeri,” kata Menteri Perindustrian, Airlangga Hartarto seusai menghadiri pembukaan Pameran Kerajinan Nusantara Kriyanusa 2018 di Jakarta, Rabu (26/9).

Di tengah bergulirnya revolusi Industri 4.0, industri kerajinan nasional juga dipacu untuk memanfaatkan platform digital seperti e-Smart IKM yang dibuat oleh Kementerian Perindustrian. Pelaksanaan program ini menggandeng sejumlah marketplace, di antaranya Bukalapak, Tokopedia, Shopee, BliBli, Blanja.com, Ralali, serta Gojek Indonesia.

Program e-Smart IKM merupakan sistem basis data IKM nasional yang tersaji dalam bentuk profil industri, sentra, dan produk yang diintegrasikan dengan marketplace yang ada dengan tujuan untuk meningkatkan akses pasar IKM melalui internet marketing. Hingga saat ini, peserta yang telah mengikuti kegiatan workshop e-Smart IKM sebanyak 4.000 pelaku usaha dengan total nilai penjualan yang tercatat sebesar Rp1,3 miliar.

Menperin menilai, industri kerajinan merupakan sektor yang perlu diprioritaskan pengembangannya karena menghasilkan produk bernilai tambah tinggi dan menyerap tenaga kerja cukup banyak. Hampir di seluruh pelosok daerah Indonesia, industri kerajinan terus tumbuh dengan memproduksi berbagai kriya unggulan, antara lain yang berbahan kayu, logam, kulit, kaca, keramik, dan tekstil.

Kemenperin mencatat, nilai ekspor dari produk kriya nasional pada 2017 mencapai US$776 juta, naik dibandingkan data 2016 sebesar US$747 juta. Sedangkan, jumlah industri kerajinan di Indonesia lebih dari 700 ribu unit usaha dengan menyerap tenaga kerja 1,32 juta orang.

Pada kesempatan yang sama, Direktur Jenderal IKM Kemenperin Gati Wibawaningsih menyampaikan, pihaknya membidik peningkatan nilai ekspor dari sektor industri kerajinan sebesar 10% pada 2018. Hal ini tentunya dapat memperbaiki struktural perekonomian saat ini, yang mengalami desisit neraca perdagangan.

“Selain itu, dengan meningkatnya kreativitas pelaku IKM dalam mengembangkan desain dan kualitas produknya, dapat pula menggenjot nilai tambah dan daya saingnya. Sehingga pelaku IKM kerajinan dapat lebih mengembangkan eksistensinya baik di kancah nasional maupun internasional,” sebut Gati.


Pada pameran Kriyanusa 2018 yang berlangsung selama 26-30 September 2018 di Jakarta Convention Center (JCC) Senayan, Jakarta, sebanyak 13 IKM kerajinan binaan Kemenperin turut terlibat. Kegiatan ini dalam rangka HUT ke-38 Dekranas dengan mengangkat tema “Tingkatkan Sinergitas dan Kreativitas Wirausaha Milenial” serta mengusung ikon daerah Nusantara dari Aceh, yakni motif Pucuk Rebung sebagai dasar desain publikasi.


 

Reporter: Didi Kurniawan
Editor: Flora L.Y. Barus

 

 

didi
26-09-2018 17:21