Main Menu

Kembangkan PLTP Mataloko dan Ulumbu, PLN Dapat Pinjaman 150 Juta Euro

Birny Birdieni
12-10-2018 00:36

PLN dapat pinjaman Indonesia Investment Forum. (Dok. PLN/awy)

Bali, Gatra.com- Genjot pemanfaatan energi baru terbarukan, PLN mendapat pendanaan Gheothermal Energy Programme dengan pinjaman sebesar 150 juta EUR dari KfW (Kreditanstalt für Wiederaufbau) Development Bank.

 

Pinjaman langsung tanpa jaminan Pemerintah ini akan dialokasikan untuk Pembangkit Listrik Panas Bumi( PLTP ) Ulumbu Unit 5 dan PLTP Mataloko Unit 2 - 3. Kedua pembangkit berkapasitas sebesar 40 MW ini ditargetkan masuk sistem pada tahun 2021-2023.

Penandatanganan ini dilakukan oleh Direktur Perencanaan Korporat Syovie F Roekman dengan Senior Sector Coordinator KFW Jens Wirth disaksikan langsung oleh Menko Perekonomian Darmin Nasution, Menteri BUMN Rini Soemarno dan Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, bersamaan dengan acara Forum Indonesia Invesment, IMF-World Bank Group Annual Meetings 2018 di Nusa Dua Bali.

Menteri BUMN Rini Soemarno dalam sambutannya mengungkapkan Forum Indonesia Investment ini sangat penting sebagai bukti kepercayaan para Investor dalam berbisnis di Indonesia, . Artinya iklim investasi menarik dan diminati pelaku saham dunia.

Sementara itu Direktur Perencanaan Korporat PLN Syovie F Roekmana mengungkapkan bantuan pendanaan yang ditandatangani hari ini akan sangat berguna bagi penyelesaian pembangunan PLTP berbasis geothermal di Flores.

"Pendanaan ini cukup penting dalam upaya mengejar target bauran energi baru terbarukan. Dengan bunga yang rendah dibawah 1% dan tentu saja hal ini memberikan dampak positif bagi keuangan PLN," kata Direktur Perencanaan Korporat PLN Syovie F Roekmana dalam rilisnya, Kamis (11/10).

Pihak KfW menyebutkan kalau pendanaan ini merupakan lanjutan dari komitmen antara Pemerintah Jerman dengan Indonesia dalam pengembangan energi panas bumi.

Sebagai informasi, proyek PLTP Ulumbu dan PLTP Mataloko ditargetkan untuk memenuhi beban puncak pada sistem Flores terutama sub sistem Ruteng dan sub sistem Bajawa.

Dengan dibangunnya kedua pembangkit listrik ini diharapkan bisa menurunkan biaya pokok produksi atas penggunaan bahan bakar fosil. Dengan target akhir meningkatkan mutu pelayanan kepada pelanggan sistem Flores.


Birny Birdieni

 

Birny Birdieni
12-10-2018 00:36