Main Menu

BI dan IsDB Luncurkan 29 Prinsip Wakaf dan Wakaf Tunai Terhubung Sukuk

Bernadetta Febriana
14-10-2018 10:22

Deputi Gubernur BI, Dodi Budi Waluyo. (GATRA/ G.A. Guritno/awy)

Nusa Dua, Gatra.com – Hari ini Bank Indonesia (BI), Badan Wakaf Indonesia (BWI) dan Islamic Development Bank (IsDB) meluncurkan 29 butir Waqf Core Principles (Prinsip-prinsip Inti Wakaf) dan juga Cash Waqf Linked Sukuk (Wakaf Tunai yang Terhubung Sukuk).

Deputi Gubernur BI Dody Budi Waluyo yang menjadi salah satu pembicara dalam Diskusi Tingkat Tinggi bertajuk ‘’Mainstreaming Islamic Finance Into Global Initiative Another Formidable Pillar in Promoting SDGS’’ membeberkan pokok-pokok hasil pertemuan tersebut.

Waqf core principles adalah semacam standar atau guidance tentang pengaturan wakaf. ‘’ Kita tahu bahwa wakaf merupakan salah satu sumber untuk pembiayaan keuangan syariah yang tentunya akan memenuhi Sustainable Development Goals (SDGS) kita. Itu ada 29 core principles wakaf dari aspek legal sampai governance-nya (tata kelola),’’ kata Dody.

Dengan core dan standard yang ada kemudian dielaborasi apa instrumen yang dikeluarkan untuk mendukungnya. ‘’Pada hari ini diluncurkan tambahan untuk waqf linked sukuk yang bentuknya cash waqf. Sumber dananya nanti akan digunakan untuk Islamic social finance activities. Salah satunya mungkin akan digunakan untuk pendanaan korban bencana di Lombok dan Palu,’’ katanya.

Jumlahnya menurut Dody akan terus bertambah dan sebagai bagian dari Islamic and instrument financing untuk pencapaian Sustainable Development Goals. ‘’Itu dasar dari poin diluncurkannya waqf core principles dan cash waqf linked sukuk,’’ katanya.

Untuk minatnya menurut Dody diperkirakan akan sangat banyak, karena Indonesia adalah negara dengan penduduk Islam terbesar di dunia. Potensi atau jumlah yang akan terkumpul akan terus berkembang karena sebenarnya waqf linked sukuk sendiri sudah ada sebelumnya, namun kini pemerintah memperkuat adanya terbitnya cash waqf linked sukuk akan memberikan dukungan untuk penambahan secara jumlah. Saat ini sekitar Rp 20-15 miliar yang sementara tercatat dalam waqf linked sukuk.

Sumber-sumber dana keuangan syariah ini nantinya dari masyarakat. Sebelumnya  banyak muslim yang telah mewakafkan asetnya, dan sekarang masyarakat terbuka untuk mewakafkan secara tunai atau cash.

Prinsip-prinsip dan instrumen keuangan syariah yang menjadi bagian dari pendanaan untuk islamic finance ini merupakan kesepakatan yang diinisiasi oleh BI dengan IsDB (Islamic Development Bank).  Dan ke depannya akan menjadi standar internasional bagaimana pengelolaan wakaf secara baik.

“Kita memiliki sukuk principles yang sudah diumumkan beberapa tahun lalu, dan ini juga bagian dari standar Internasional. Sukuk principle juga menjadi inisiatif Bank Indonesia bersama IsDB sebagai salah satu bentuk bagaimana Indonesia menunjukkan perannya untuk Islamic dan economic finance. Lembaga yang mengelola adalah Badan Wakaf Nasional.

Terkait dengan risiko, menurut Dody, jika ada risiko tentunya harus dikelola dengan mengacu pada 29 core principle karena menggunakan dana dari umat untuk kegiatan sosial. ‘’Tentunya ini lebih terproteksi dan ini menjadi bagian penting yang membantu pada pembiayaan fiskal, dalam konteks untuk kegiatan sosial,’’ katanya.

Potensi sumber dananya sementara ini masih domestik, namun kalau berbicara mengenai sumber dana, Dody menambahkan, mengenai wakaf siapa saja dapat mewakafkan dananya.

Menurut Dody principle yang paling mendorong umat untuk cash waqf adalah masalah governance. ‘’Masalah tata kelola dan surveillance terhadap badan wakaf.  Itu bentuk dari keyakinan masyarakat untuk secure bahwa wakaf itu disalurkan ke target yang seharusnya menerima dan untuk kegiatan yang sesuai,’’ katanya.


G.A. Guritno 

Bernadetta Febriana
14-10-2018 10:22