Main Menu

BEI: BUMN Yang IPO Masih Minim

didi
16-10-2015 08:26

Bursa Efek Indonesia (GATRA/Ardi Widi Yansah)

Jakarta, GATRAnews - Bursa Efek Indonesia (BEI) menyatakan, sebanyak 21 perusahaan BUMN yang telah mencatatkan sahamnya di pasar modal, terbilang masih minim. Masih banyak perusahaan BUMN lain yang bisa menjual sahamnya di bursa guna mendapatkan dana segar.

Direktur Utama BEI Tito Sulistio menyayangkan minimnya emiten BUMN tersebut. Padahal berdasarkan data, setelah 6 tahun perusahaan BUMN melakukan penawaran umum perdana saham (IPO), kinerja bisnisnya akan mengalami peningkatan.

"Setelah 6 tahun perusahaan BUMN melakukan IPO, kinerja mereka meningkat," kata Tito di Jakarta, Kamis (15/10).

Enam tahun yang meningkat, lanjut dia, seperti peningkatan deviden enam kali, dan jumlah pegawai yang meningkat tiga kali lipat. Maka dari itu, privatisasi BUMN tidka benar akan mengurangi jumlah pegawai BUMN.

Selain itu, pembayaran pajak perusahaan BUMN setelah melakukan IPO dalam kurun waktu 6 tahun mengalami peningkatan empat kali.

Meski begitu, ia menegaskan, UU BUMN yang mengarahkan privatisasi sangatlah menyulitkan perusahaan BUMN untuk menjalankan IPO. Bayangkan saja, dari 13 BUMN, hanya 8 BUMN yang lulus merealisasikan IPO.

"Setelah UU itu ada 25 tahapan yang harus dilalui untuk IPO. Paling tidak ada 13 pasal dalam UU BUMN yang menghambat IPO BUMN, karena itu saya usulkan adanya UU privatisasi, jadi bukan UU BUMN," tuturnya.


Reporter: Didi Kurniawan
Editor: Tian Arief

didi
16-10-2015 08:26