Main Menu

Bank Mandiri Beri Fasilitas Hedging 7 BUMN US$ 555 Juta

Januar
25-05-2016 12:07

Dirut Bank Mandiri Kartika Wirjoatmodjo (GATRAnews/Adi Wijaya/adi3)

Jakarta, GATRAnews - PT Bank Mandiri Persero Tbk memberikan fasilitas lindung nilai (hedging) dengan nilai total sebesar US$ 555 juta kepada tujuh BUMN untuk membantu pengelolaan risiko di pasar keuangan domestik. Ketujuh BUMN tersebut, yakni  Aneka Tambang, Pupuk  Indonesia, Pelabuhan Indonesia (Pelindo) II, Pelindo III, Semen Baturaja, Perusahaan Gas Negara (PGN) dan Perum Percetakan Uang Republik Indonesia (Peruri).

 

Dari nilai tersebut, fasilitas transaksi lindung nilai yang diberikan kepada Aneka Tambang sebesar US$ 20 juta, kepada Pupuk Indonesia US$ 250 juta, Pelindo II US$ 70 juta, Pelindo III US$ 40 juta, PGN US$ 150 juta, Semen Baturaja US$ 10 juta dan Peruri US$ 15 juta.

 

Adapun penandatangan fasilitas FX Line dilakukan oleh Dirut Bank Mandiri Kartika Wirjoatmodjo dengan jajaran Direksi ketujuh BUMN serta disaksikan Gubernur Bank Indonesia Agus Martowardojo dan Menteri BUMN Rini Sumarno di Bank Indonesia Jakarta, Rabu (25/5). 

 

Menurut Kartika, pemanfaatan fasilitas lindung nilai ini akan disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing BUMN, terutama dalam memenuhi kebutuhan pengelolaan cash flow.

 

"Dukungan kami bertujuan untuk menopang ekonomi nasional dalam menghadapi kondisi perekonomian global yang belum stabil," tutur Kartika.

 

Kartika menambahkan, kesepakatan tersebut juga merupakan dukungan perseroan kepada ketentuan pemerintah yakni Peraturan Menteri Badan Usaha Milik Negara Nomor PER-09/MBU/2013 tentang Kebijakan Umum Transaksi LIndung Nilai Badan Usaha Milik Negara,  Peraturan Bank Indonesia (PBI) Nomor 16/21/PBI/2014 dan SEBI 16/24/DKEM tentang Penerapan Prinsip Kehati-hatian dalam Pengelolaan Utang Luar Negeri Korporasi Non Bank, dimana Korporasi Non Bank harus memenuhi tiga pokok pengaturan, yaitu Rasio Lindung Nilai, Rasio Likuiditas dan Peringkat Utang.

 

Kerjasama tersebut dilakukan karena ketujuh BUMN telah memanfaatkan layanan transaksi lindung nilai Bank Mandiri dalam mengelola keuangannya. Hingga kini, lanjut Kartika, total nasabah yang sudah memiliki fasilitas Treasury Line di Bank Mandiri sebanyak 698 perusahaan.

 

Sedangkan frekuensi transaksi lindung nilai nasabah di Bank Mandiri pada kuartal I/2016 mencapai  994 transaksi naik 24% dari kuartal yang sama tahun lalu, dengan produk-produk seperti forwad, swap, option, CCS dan IRS.


Reporter: Januar Rizki

Editor: Dani Hamdani 

Januar
25-05-2016 12:07