Main Menu

Bank BTN jadi BUMN Terbaik dalam Pengelolaan SDM

didi
05-06-2016 16:54

Bank Tabungan Negara (Dok.GATRA/Abdul Malik/HR02)

Jakarta, GATRAnews - PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) memperoleh predikat sebagai Bank BUMN terbaik dalam pengelolaan SDM di lingkungan perbankan. BTN dinilai telah memenuhi syarat dalam pengelolaan SDM yang baik sebagai perbankan. BTN mendapatkan penghargaan BUMN Award 2016 atas prestasi tersebut mewakili sektor perbankan.

"Kami bersyukur atas apresiasi tersebut sekaligus ini memacu kami untuk lebih bersemangat agar ke depan kami dapat mengelola SDM lebih baik," kata Maryono, Direktur Utama Bank BTN, dalam keterangan tertulis, di Jakarta, Minggu (5/6).

Dalam malam anugerah BUMN Award 2016 tersebut bukan hanya BTN secara instutusi yang mendapatkan penghargaan. Maryono, selaku direktur utama Bank BUMN, juga didapuk sebagai Best CEO BUMN untuk sektor perbankan.

Kepemimpinannya di BTN dinilai mampu mengkolaborasi secara sinergi bersama BUMN lainnya sehingga bisnis BTN tumbuh lebih baik dibanding perbankan lainnya. Maryono memperoleh penghargaan sebagai Best CEO BUMN sektor perbankan untuk kolaborasi.

Maryono menjelaskan, selama ini menurutnya apa yang dia kerjakan hanyalah untuk memenuhi amanah dari pemegang saham. "Saya kerjakan itu dengan baik sesuai dengan kemampuan dan potensi yang ada dimana saya mengemban tugas. Ini sebuah penghargaan yang tinggi dari BUMN sekaligus mewakili bank BUMN di sektor perbankan. Kami tetap akan melakukan sinergi agar bagaimana BUMN besar dan membawa manfaat untuk masyarakat secara nyata," katanya.

Oleh kerena itu, kata dia, dalam pengembangan bisnis BTN akan melakukan sinergi bagaimana ada kolaborasi dengan BUMN lain untuk sukses bersama.

"Apalagi dalam memenuhi program sejuta rumah dibutuhkan peran serta BUMN lainnya karena ini adalah tugas kita bersama dan kebetulan BTN selaku koordinator dalam bagaimana mengimplementasikan program tersebut dapat berjalan dengan baik," jelasnya.

BTN menargetkan bisa berkolaborasi dengan 200 institusi atau lembaga tahun ini untuk mempercepat program sejuta rumah. Salah satu yang dibidik untuk berkolaborasi adalah lembaga usaha mikro.

"Kami sudah melakukan MOU (kerja sama) dengan 139 lembaga untuk berkolaborasi. Hingga akhir tahun ini kami targetkan bisa menjadi 200 lembaga yang bisa diajak kolaborasi. Lembaga usaha mikro salah satu yang akan didekati," ujar Maryono.

Maryono mengungkapkan salah satu lembaga mikro yang akan diajak kerja sama adalah PT Penanaman Modal Madani (Persero) (PNM) dan perusahaan multifinance. Pasalnya kedua lembaga tersebut sangat berpengalaman dalam menangani nasabah mikro.

"PNM punya pengalaman menangani nasabah mikro yang cukup luas sehingga tahu mana nasabah yang baik dan tidak. Sedangkan multifinance bisa kami manfaatkan untuk mengcollect dana dari nasabah mikro," jelas Maryono.

Potensi yang dimiliki PNM dan perusahaan multifinance tersebut, lanjut Maryono, bisa dimanfaatkan untuk mempercepat program sejuta rumah.

"Jadi setelah kami membidik PNS dan pekerja formal, kini salah satu fokus kami adalah membidik para pekerja informal. Dan potensinya sangat besar sekali untuk program sejuta rumah," tambahnya.


Reporter: Didi Kurniawan
Editor: Tian Arief

didi
05-06-2016 16:54