Main Menu

Akademisi: Holding BUMN Migas Lebih Berdaya Saing

Iwan Sutiawan
10-08-2016 04:29

Industri Migas (ANTARA/Rosa Panggabean/HR02)

Jakarta, GATRAnews - Induk (holding) BUMN Migas akan menjadikan perusahaan plat merah Indonesia akan lebih bisa bersaing dengan perusahaan Migas di kancah internasional. "Kalau bicara pengembangan energi, tidak bisa bicara hanya mengenai persaingan dalam satu negara, tetapi harus disandingkan dengan negara lain. Dan dengan holding, hal itu bisa dilakukan," tandas Paripurna P Sugarda, Wakil Rektor Universitas Gadjah Mada (UGM), kepada wartawan, Selasa (9/8).

Karena itu, lanjut akademisi yang akrab disapa Farid ini, pemerintah sebaiknya segera mewujudkan rencana induk BUMN Migas. Pesatnya peningkatan asset capital membuat holding bisa melakukan banyak hal untuk memperkuat posisinya, baik terhadap peningkatan atau kecepatan dan pengembangan perusahaan.

"Kalau perusahaan besar, maka bargain possition besar, karena kapitalnya juga besar, sehingga pengembangan usahanya juga menjadi besar," ujar Farid.

Sebagai perusahaan Migas pelat merah terbesar di Tanah Air, Pertamina layak membawahi perusahan Migas. Sedangkan soal pandangan bahwa ini akan menyuburkan mafia, Farid bependapat, itu bukan hal mengkhawatirkan, karena tergantung dari governance dalam melakukan pengawasan, termasuk dalam menempatkan orang-orang untuk mengawasi.

Pandangan Farid ini tentunya tak sependapat dengan mantan Ketua Tim Reformasi Tata Kelola Migas, Faisal Basri, yang mengatakan bahwa holding bukan merupakan jalan keluar persoalan energi di Tanah Air.

Sementara kalangan dunia usaha merespon rencana pembentukan induk BUMN Migas dan meminta pemerintah segera merealisasikannya. "Jadi, tidak ada alasan lagi untuk menunda-nunda. Tidak usah ditunggu. Semua pengusaha mengharapkan agar ada satu bendera yang jelas," kata Achmad Widjaja, Ketua Komisi Tetap Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia.

Holding BUMN menjadikan harga Migas lebih rendah, karena dengan holding atau penyatuan akan meningkatkan efisiensi. "Tidak mungkin harga menjadi lebih tinggi, karena holding akan meningkatkan efisiensi," ujarnya.
Reporter: Iwan Sutiawan
Iwan Sutiawan
10-08-2016 04:29