Main Menu

HUT RI 71, BUMN Bantu Bedah Rumah Veteran Perang Hingga Penyediaan MCK   

Januar
12-08-2016 14:47

Ilustrasi (Antaranews/Feny Selly/AR7)

Jakarta, GATRAnews - Kementerian Badan Usaha Milik Negara dan BUMN melakukan aksi sosial kemasyarakatan melalui kegiatan Bedah Rumah Veteran, Siswa Mengenal Nusantara, dan Program Bina Lingkungan atau corporate social responsibility (CSR). Kegiatan tersebut dilakukan untuk menyambut hari kemerdekaan Republik Indonesia ke-71 Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) bersama BUMN. 

Menteri BUMN Rini Soemarno mengatakan terdapat tujuh, program bina lingkungan yang menyasar langsung masyarakat, yaitu Pembinaan Mantan Narapidana, Penyediaan Sarana Air Bersih, Penyediaan Sarana Mandi Cuci Kakus (MCK), Pembangunan Tempat Penitipan Anak di Pasar, Pembinaan Mantan Atlet Nasional, Pembinaan Desa Terpencil, Perbatasan dan Rawan Konflik dan Program Elektrifikasi Rumah Tangga Yang Belum Teraliri Listrik. 

"Program Bedah Rumah Veteran merupakan apresiasi nyata untuk memberikan tempat tinggal yang laik bagi para veteran atas jasa-jasa mereka. Pemberian bantuan pengerjaan bedah rumah dilakukan terhadap 1.700 rumah veteran dalam bentuk perbaikan standar yaitu atap yang layak, lantai keramik, MCK, pengecatan dinding, ventilasi yang layak, dapur, ruang tidur dan ruang tamu," kata Rini di kantornya, Jumat (12/8). 

Menurutnya, kegiatan ini dilakukan bekerjasama dengan ZENI-TNI atau TNI teritorial setempat untuk pembangunannya. Prgram Siswa Mengenal Nusantara dilakukan dengan pemberian kesempatan kepada 20 pelajar SMU/ SMK/SLB kelas XI di setiap provinsi di Indonesia. Peserta kemudian   dikirimkan ke provinsi lain selama satu minggu agar saling mengenal keanekaragaman budaya maupun kekayaan alam provinsi tersebut.  Selama kegiatan itu peserta tinggal bersama dengan keluarga angkat yang merupakan penduduk setempat. 

Rini mengatakan pembinaan mantan narapidana dilakukan untuk 192 mantan narapidana usia produktif di seluruh Indonesia yang sudah keluar Lembaga Pemasyarakatan mulai  Agustus 2016. Pembinaan ini dilakukan dalam bentuk pemberian pelatihan terkait pengembangan keahlian sebagai bekal untuk wirausaha. Selain itu juga diberikan bantuan peralatan sebagai modal kerja dan dilakukan  pendampingan usaha selama 6 bulan. 

Kegiatan lainnya, Rini mengatakan akan memerhatikan kondisi pemenuhan kebutuhan air bersih di berbagai daerah di Indonesia yang masih kesulitan untuk mengakses air bersih, BUMN juga berkomitmen melakukan penyediaan sarana air bersih di 96 lokasi di seluruh Indonesia. Kegiatan ini dilakukan dengan membangun sarana dan prasarana pengaliran atau penampungan dan pengolahan air bersih. Bersamaan dengan penyerahan sarana air bersih, dilakukan juga pendidikan dan pelatihan mengenai lingkungan kepada masyarakat sekitar. 

"Dalam kegiatan penyediaan Sarana MCK, BUMN berkoordinasi dengan pemerintah daerah setempat untuk penentuan daerah yang akan menerima bantuan. Ditargetkan sebanyak 20.600 MCK akan dibangun di 412 kabupaten di seluruh Indonesia," ungkapnya. 

Selanjutnya, BUMN juga memberikan perhatian kepada para mantan atlet yang pernah mengharumkan nama bangsa di berbagai pentas olahraga. Sebanyak 192 mantan atlet diberikan bantuan berupa pelatihan pengembangan keahlian, pengembangan usaha dan bantuan peralatan sebagai modal kerja, serta pendampingan usaha selama 6 bulan. 

Selain itu, sehubungan desa-desa tertinggal di seluruh Indonesia yang memerlukan pembinaan, BUMN tak lupa memberikan perhatian. Turut serta untuk meningkatkan keahlian warga desa, BUMN memberikan penyuluhan dalam memaksimalkan potensi daerah. Lokasi yang menjadi sasaran kegiatan ini antara lain desa-desa yang bersinggungan langsung dengan wilayah operasional atau proyek-proyek yang tengah dikerjakan oleh BUMN. 

Rini juga mengatakan Program Elektrifikasi Rumah Tangga dilaksanakan di 412 kabupaten di seluruh Indonesia. Penyediaan sambungan listrik ini dilakukan melalui koordinasi dengan PT PLN.

Diharapkan sebanyak 41.200 unit rumah dapat dielektrifikasi dalam program ini. "Diharapkan dengan “BUMN Hadir Untuk Negeri”, akan tercipta rasa cinta dan kebanggaan sebagai warga negara Indonesia, sehingga di masa depan Indonesia mampu berdiri tegak sebagai Negara Kesatuan Republik Indonesia di tengah keragamannya," katanya menambahkan. 


Reporter: Januar Rizki

Editor: Nur Hidayat 

Januar
12-08-2016 14:47