Main Menu

Wakil Ketua Komisi VI DPR Tolak Bule Jadi Direksi BUMN

Cavin Rubenstein M.
03-01-2017 21:17

Jakarta, GATRAnews -- Wakil Ketua Komisi VI DPR RI, Azam Azman Natawijana mengaku tidak sepakat dengan ide penempatan orang asing di pucuk pimpinan Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

 

Anggota dari Fraksi Partai Demokrat yang membidangi BUMN di DPR itu berpendapat, ada sedemikian banyak orang Indonesia yang cakap. "Masa dari 240 juta rakyat Indonesia, tidak ada yang bisa memimpin BUMN?" ucapnya ketika dihubungi GATRAnews, Rabu (3/1) malam.

Sebelum memutuskan untuk menempatkan tenaga kerja asing di BUMN, Azam berpendapat, seharusnya pemerintah memetakan terlebih dahulu masalah yang sebenarnya terjadi di perusahaan pelat merah. Apakah BUMN terkendala oleh iklim bisnis yang tidak kondusif, adakah regulasi yang mengekang, atau mungkin memang ada manajemen yang harus diganti.

"Apa kelebihan orang asing dari Indonesia yang memang bisa memimpin?" kata Azam. Alih-alih memberikan posisi strategis kepada orang asing, menurut Azam, lebih baik pemerintah menciptakan iklim manajemen BUMN yang kondusif. "Jangan cuma bisa intervensi direksi karena tidak mau ikuti kemauan pemerintah," katanya lagi.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo mewacanakan pekerja asing menduduki jabatan strategis di BUMN. Menurut Jokowi, BUMN harus memiliki semangat kompetisi yang kuat dan sehat agar BUMN dapat terus maju dan berkembang secara optimal.

"Saya bahkan ingin ada tiga atau empat bule profesional yang memimpin perusahaan BUMN agar orang-orang kita belajar serta termotivasi dan berkompetisi dengan adanya orang-orang asing itu," katanya pada jamuan santap siang dengan para pemimpin redaksi media massa nasioanl di Istana Merdeka Jakarta, Selasa (3/1).


 

Editor : Cavin R. Manuputty

Cavin Rubenstein M.
03-01-2017 21:17