Main Menu

Biaya Transaksi antarbank BUMN Turun jadi Rp 4000

Dani Hamdani
29-04-2017 11:55

ATM BNI (GATRA/Rifki M Irsyad/HR02)

Bogor, GATRANews - Biaya transaksi antarbank, baik itu penarikan di ATM bersama atau transfer, yang sekarang sekitar Rp6.500 per transaksi diupayakan nantinya menjadi Rp 0 alias gratis, tapi ini khusus antarbank pemerintah atau BUMN.



"Transaksi antarbank dari Rp 6.500 akan turun menjadi Rp 4.000 dan setelah sosialisasi diupayakan menjadi Rp 0," kata Deputi Bidang Usaha Jasa Keuangan, Jasa Survei, dan Konsultan Kementerian BUMN Gatot Trihargo di Bogor, Jawa Barat, Jumat malam, seperti dilaporkan Antara.


Transaksi antarbank tanpa biaya itu akan melibatkan bank-bank BUMN, yakni BNI, BRI, BTN dan Bank Mandiri yang akan bersinergi dalam Himpunan Bank Milik Negara (Himbara). Hal tersebut menurutnya diupayakan untuk kebaikan bagi masyarakat dan kekuatan bank nasional sendiri.


Kemudian untuk bank syariah juga diminta untuk bekerjasama atau bermitra dengan bank syariah luar negeri, yang memungkinkan dapat mentransfer teknologi dan ilmu pengetahuan bank syariah.


Tujuan dari holding perbankan adalah untuk pencapaian efisiensi, yang tadinya Capex untuk empat bank, menjadi satu arahan utama. Selain itu, tujuan lainnya adalah menguasai pasar ASEAN, di mana Indonesia menjadi pusat target pasarnya.


Sementara itu,  perusahaan-perusahaan BUMN pada triwulan pertama 2017 membukukan laga sebesar Rp 43 triliun. Target laba yang ingin dicapai pada 2017 sebesar Rp 197 triliun. Sementara itu, aset pada triwulan pertama mencapai Rp 6.560 triliun.


Dalam acara diskusi bersama pewarta tersebut Sekretaris Kementerian BUMN Imam Apriyanto Putro juga menjelaskan Capex pada triwulan I yang terbilang agresif dengan angka Rp 54 triliun, namun masih minus 88,4 persen dari target, yaitu sebesar Rp 468 triliun, terkait dengan efisiensi Capex.


BUMN dituntut untuk mampu bersaing dengan swasta baik di tingkat nasional, regional, maupun internasional, yang diharapkan dapat memberikan kontribusi yang sebesar-besarnya terhadap perekonomian nasional antara lain berupa setoran dividen dan pajak.


Editor: Dani Hamdani 

Dani Hamdani
29-04-2017 11:55