Main Menu

Menteri BUMN Tunjuk Direktur PLN Menjadi Direktur Pertamina

Hendri Firzani
27-11-2017 21:09

Jakarta, Gatra.com- Jelang tiga tahun menjabat sebagai direktur Pengadaan Strategis 1 PT PLN (Persero) Nicke Widyawati justru mendapat penugasan baru dari pemerintah. Perempuan cantik berjilbab ini diangkat dalam jabatan baru sebagai direktur SDM di Pertamina.

 

 

 

Pengangkatan Nicke oleh pemerintah dalam hal ini Menteri BUMN Rini M Soemarno Selaku Rapat Umum Pemegang Saham Perusahaan Perseroan (Persero) PT Pertamina dinilai sebagai langkah yang strategis. Deputi Menteri BUMN bidang restrukturisasi dan pengembangan usaha Aloysius K. Ro. menyampaikan bahwa Kementerian BUMN selaku Pemegang Saham berharap dengan dilengkapinya seluruh jajaran Direksi di Pertamina,  mampu memberikan nilai tambah bagi Perusahaan.

 

 

 

Selain itu, Direksi yang baru diharapkan dapat segera bersinergi dengan Direksi lainnya. “Sebagaimana diketahui Pertamina merupakan salah satu BUMN terbesar di Indonesia. Dengan wilayah usaha meliputi seluruh Indonesia dan luar negeri dengan total aset ± US$49,76 miliar (Per 30 Sep 2017), dimana 21,8% nya merupakan aset tetap dan laba sebesar US$1,99 miliar,”ujar Aloysius.

 

 

 

Disamping itu, PT Pertamina memiliki peran vital bagi NKRI yaitu sebagai perpanjangan tangan Pemerintah dalam menyediakan produk bahan bakar bagi masyarakat Indonesia. Didukung ±22 ribu karyawan yang bergerak di upstream, midstream, downstream dan supporting yang mendukung kinerja perusahaan.” urainya.

 

 

 

Aloysius menambahkan bahwa peran strategis tersebutlah yang melatarbelakangi pemisahan fungsi Direktorat Aset dan Manajemen SDM. Diharapkan Direktur Manajemen Aset saat ini dapat memberikan perhatian penuh dan fokus untuk dapat mengelola dan memonetisasi aset tetap sehingga memberikan kontribusi lebih besar kepada laba perusahaan.

 

 

 

Program-program yang belum tercapai sesuai target seperti sertifikasi tanah dan program kerjasama terkait utilisasi aset tetap dapat segera dieksekusi. “Sedangkan dari sisi pengelolaan SDM, diperlukan peningkatan kualitas human capital yang mumpuni agar PT Pertamina mampu menyediakan produk dengan kualitas terbaik secara konsisten dan kontinyu dengan harga terbaik.

 

 

 

 

 

Memandu talenta-talenta di Pertamina tentu bukan tugas yang mudah, akan tetapi merupakan tantangan besar untuk mengelola dan mengembangkan human capital sebesar ini. Melanjutkan dan mengembangkan program SDM yang sifatnya upskilling dan upgrading karyawan harus terus dilaksanakan untuk mendukung kinerja perusahaan,” tutur Aloy.

 

 

 

 

 

“Tahun 2018, wilayah kerja Mahakam sudah mulai dikelola oleh Pertamina, Direksi dan Dekom agar dapat memanfaatkan momentum ini sehingga meningkatkan profitabilitas PT Pertamina dengan menjaga tingkat produksi dan lifting migas tetap optimal,” tegas Aloysius dalam rilis yang diterima Gatra.com.

 

 

 

 

 

Selain itu, realisasi Megaproyek Pengolahan dan Petrokimia Pertamina juga diharapkan dapat di speed up sehingga membantu fleksibilitas teknis pengolahan Pertamina yang dampaknya dapat meningkatkan daya saing global dan meningkatkan struktur keuangan.

 


Editor : Hendri Firzani

 

Hendri Firzani
27-11-2017 21:09