Main Menu

Holding BUMN Migas Semakin Dekat

Aulia Putri Pandamsari
05-12-2017 20:03

Gedung Pertamina (Dok. GATRA/Abdul Malik MSN/FT02))

Jakarta, Gatra.com- Selain holding tambang yang telah diresmkan beberapa waktu lalu, pemerintah juga tengah bersiap merealisasikan holding BUMN di sektor migas.

Tujuan penggabungan perusahaanmigas ini diharapkan bisa mewujudkan pemerataan pembangunan pipa gas. Dengan adanya sinergi antara Pertagas, PGN, di bawah Pertamina banyak sekali efisiensi yang dapat dilakukan. 

"Contohnya, kita tidak perlu membangun ruas pipa secara bersamaan antara dua perusahaan  anggota sebab hal itu tidak efektif dari sisi anggaran.” ujar Wianda Pusponegoro, Staf Khusus Menteri BUMN dalam diskusi Forum Merdeka Barat 9, Selasa (5/12).

Lebih lanjut, Wianda juga mengatakan dari sisi penugasan holding dirasa akan menguntungkan. Pasalnya, jika sudah berada dalam satu holding, penugasan akan diberikan pada induk holdingnya, yaitu Pertamina. Demikian dengan perizinan dan pembebasan lahan dirasa  tidak akan mendapat banyak kendala.

“Selain itu, lapangan gas yang selama ini tidak bisa dieksploitasi bisa dikembangkan karena dengan holding, PGN bisa masuk dan Pertamina dapat bertugas sebagai penyedia gasnya. Banyak sekali benefit yang didapat dan efisiensi yang terjadi melalui holding ini.” Kata Wianda.

Dalam kesempatan yang sama, Wianda juga memberikan penjelasan mengenai adanya anggapan bahwa holding BUMN bukanlah bentuk swastanisasi. “100% sahamnya masih milik pemerintah, siapa sih yang menjadi cangkangnya holding? Kalau dibilang peran pemerintah akan berkurang pada masing-masing holding, itu tidak benar. Sebab yang menjadi anggota holding juga masih 100 persen milik pemerintah. Pemerintah punya kontrol full disana.” tandasnya.


Reporter: APP

Editor : Mukhlison

Aulia Putri Pandamsari
05-12-2017 20:03