Main Menu

Menteri BUMN Dukung BUMN Terbitkan Komodo Bonds

didi
30-01-2018 12:17

Pencatatan Komodo Bonds PT Wijaya Karya (Persero) Tbk/WIKA(Dok.BUMN/re1)

Jakarta, Gatra.com - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno mendukung BUMN yang ingin memanfaatkan pasar obligasi global berdenominasi rupiah atau Komodo Bonds.


"Dukungan ini seiring dengan semakin dipercayanya Komodo Bonds sebagai sumber pendanaan terpercaya untuk mendukung pembangunan infrastruktur Indonesia," kata Rini dalam keterangan resmi, Selasa (30/1).

Sebelumnya, PT Wijaya Karya (Persero) Tbk merilis obligasi komodo senilai Rp5,4 trilyun. Obligasi komodo tersebut mendapat kelebihan pemesanan hingga 250% atau menjadi Rp13 trilyun.

"Kementerian BUMN bangga atas pencapaian pada penerbitan Komodo Bonds WIKA sebagai penerbitan komodo bonds berdenominasi rupiah terbesar hingga saat ini. Capaian ini menunjukkan kedalaman pasar Komodo bonds dan kepercayaan yang diberikan investor global kepada produk komodo bonds," jelasnya.

Ia menambahkan, perusahaan BUMN memiliki peran penting dalam pembangunan infrastruktur Indonesia. "Kami berkomitmen untuk mempercepat proyek strategis demi menciptakan konektivitas yang sangat dibutuhkan di dalam negeri," ujar Rini.

Upaya ini juga sejalan dengan fokus pemerintah untuk memastikan terwujudnya pertumbuhan ekonomi dan berkurangnya ketidaksetaraan di Indonesia.

"Besarnya anggaran yang dibutuhkan untuk mewujudkan rencana pembangunan infrastruktur Indonesia memiliki arti bagi BUMN untuk terus berinovasi dan melebihi ekspektasi dalam hal solusi pembiayaan. Komodo bonds menjadi solusi andalan bagi kami untuk melangkah maju,” paparnya.

Jasa Marga pada Desember 2017 lalu menerbitkan Komodo Bonds di London Stock Exchange (LSE). Hal itu menurut pihak Bursa Efek Indonesia merupakan kepercayaan pelaku pasar atau investor asing terhadap pasar Indonesia yang mulai tumbuh.

Komodo Bonds yang diterbitkan Jasa Marga mengalami kelebihan permintaan (oversubscribed) hingga empat kali. Komodo bond yang diterbitkan dengan jangka waktu tiga tahun memiliki nilai sebesar Rp4 trilyun atau setara US$295,7 juta), dengan kupon 7,5%.





Reporter: Didi Kurniawan

Editor: Rosyid

didi
30-01-2018 12:17