Main Menu

Mobil Jenis SUV Menjadi Jagoan Baru Mercedez di Indonesia

Mukhlison Sri Widodo
07-02-2018 09:38

Roelof Lambert (GATRA/Mukhlison Widodo/yus4)

Jakarta, Gatra.com - Perusahaan otomotif asal Jerman, Mercedes-Benz menyebutkan pertumbuhan penjualan produknya di kelas sport utility vehicle (SUV) mengalami peningkatan signifikan tahun lalu. Selama setahun ini,  penjualan Mercedes model SUV mengalami peningkatan sebesar 14% dibanding 2016.

 

Presiden & CEO PT Mercedes-Benz Distribution Indonesia Roelof Lamberts menyebutkan, penggemar pasar SUV di Indonesia adalah kalangan tersendiri dan berbeda dengan penggemar produk Mercy dari jenis sedan. 

“Ini membuat pasar sedan tidak terganggu oleh peningkatan penjualan di SUV,” kata Roelof dalam acara  Meet the Press: Mercedes-Benz Indonesia Business Luncheon 2018 di Jakarta, Selasa (6/02).

Pada tahun 2017, Mercedes-Benz Indonesia Group berhasil menjual 4.722 kendaraan, yang terdiri dari 3.386 mobil penumpang dan 1.336 kendaraan komersial. Melihat hasil ini, Mercedes-Benz tetap menduduki peringkat pertama dalam segmen premium di Indonesia. 

Dengan data ini, kata Reoilef, pihaknya akan lebih fokus kepada pasar SUV, yang selama ini memang kurang diperhatikan. Apalagi, beberapa produk mobil SUV juga sudah dirakit secara lokal. 

"SUV terlaris tahun 2017 adalah GLC dan GLE yang dirakit di pabrik Wanaherang, Bogor," kata Roelof.

Melihat pencapaian yang diraih tahun lalu, Roelof berharap dua produk terbaru Mercedes-Benz yang baru diluncurkan pekan lalu, yakni GLC 200 AMG Line dan E 200 Avantgarde di Weekend Test Drive, bisa mengalami kesuksesan yang sama besarnya di tahun ini. 

Selain memperkuat pasar SUV, Mecedes juga akan memboyong model kendaraan legendarisnya G-Class ke Indonesia. Meski menggendong teknologi terbaru, penampilan luar G-Class tidak berubah secara signifikan sejak 1979. 

Unsur-unsur ikoniknya terus menggarisbawahi sejumlah tujuan yang spesifik, baik saat ini maupun di masa lampau. Hal tersebut yang menjadikan penampilan G-Class begitu unik. 

“Model G-Class adalah ikoni, karenanya desainnya tak akan banyak diubah,” ujar Roelof. 

Menurutnya, penggemar mobil jenis ini di Indonesia juga tak sedikit Dan juga sudah bertanya-tanya kapan akan diluncurkan. 

“Jika G-Class terbaru ini masuk Indoensia, maka akan menjadi pertama kali seri ini yang memiliki setir kanan,” katanya. 

Selain membidik pasar yang lebih sempit, Perusahaan berlambang ujung mata panah ini juga akan memperkenalkan lebih dari 10 model kendaraan baru tahun ini. 

Melalui strategi ini, Mercedes-Benz terus memperluas portofolionya dengan beragam produk yang menawarkan desain mutakhir serta teknologi terkini.

"Kami akan memperkenalkan lebih dari 10 model kendaraan terbaru, termasuk model-model seperti A-Class, CLS dan G-Class yang sangat dinanti,” ujarnya

Terkait mulai populernya mobil hybrid dan elektrik, Mercy juga tak akan ketinggalan masuk pasar ini.

Menurut Roelof, pihaknya sudah bertemu dengan instansi dan pemerintah untuk menyusun rencana peluncuran kendaraan listrik di Indonesia. 

“Kita akan ada produk plug-in hybrid nanti di bawah brand EQ Mercedes-Benz, termasuk yang bersifat listrik,” katanya. 

Mercedes-Benz,  juga berkomitmen untuk menanamkan investasi perakitan lokal mobil ramah lingkungan tersebut. 


Editor : Mukhlison

Mukhlison Sri Widodo
07-02-2018 09:38