Main Menu

Wika Gedung Bukukan Laba Rp285,75 Milyar di 2017

didi
05-03-2018 09:55

Ilustrasi PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk(Dok. WIKA Gedung/re1)

 

Jakarta, Gatra.com - PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk meraih pertumbuhan laba tertinggi sepanjang sejarah perseroan, yaitu mencapai Rp295,75 milyar di akhir tahun 2017 atau naik 106,49% dibandingkan realisasi laba bersih di tahun 2016. Pencapaian laba tersebut melampaui target laba (RKAP) tahun 2017, yaitu Rp285,8 milyar.

 

Peningkatan laba bersih tersebut didorong oleh pertumbuhan penjualan (tidak termasuk proyek kerjasama operasi/KSO) di tahun 2017, yaitu mencapai Rp3,89 trilyun atau naik 102,09% dari realisasi penjualan tahun 2016 sebesar Rp1,93 trilyun.

 

Menurut Direktur Keuangan Abiprayadi Riyanto, pertumbuhan laba tersebut berasal dari perolehan kontrak baru di sektor konstruksi pemerintah dan BUMN sebesar 46% dan sisanya dari dari swasta. “Porsi pemerintah dan BUMN di tahun 2017, yaitu sebesar 46% ini sesuai dengan arah strategi perusahaan untuk mengkombinasikan segmen pemerintah dan BUMN sama berimbang dengan porsi swasta,” ungkap Abiprayadi dalam keterangannya kepada Gatra.com, Senin (5/3).

 

Direktur Utama Wika Gedung, Nariman Prasetyo menjelaskan bahwa pencapaian laba bersih ini merupakan perwujudan komitmen perseroan terhadap stakeholder, ”Pertumbuhan laba tersebut membuktikan bahwa strategi bisnis yang kami terapkan telah tepat dan mencapai sasaran,” tutur Nariman.

 

Pihaknya menargetkan pada tahun 2018 akan memperoleh kontrak dihadapi sebesar Rp16,59 trilyun atau naik sebesar 28,4% dari target tahun 2017. Total kontrak dihadapi ini terdiri dari target kontrak baru tahun 2018 sebesar Rp7,83 triliun dan carry over tahun 2017 sebesar Rp8,76 trilyun.

 

“Komposisi perolehan kontrak baru tahun 2018 direncanakan berasal dari Pemerintah: 30%, BUMN: 30% dan  Swasta: 40%,” jelas Nariman.

 

Sementara itu, lanjut Nariman, untuk penjualan (termasuk penjualan KSO) Wika Gedung menargetkan Rp5,56 trilyun atau naik 38,1% dari target tahun 2017 sebesar Rp4,03 trilyun dengan target laba bersih tahun 2018 Rp425,7 milyar atau naik 48,9% dari target tahun 2017 sebesar Rp285,8 milyar.

 

“Untuk pengembangan bisnis di tahun 2018, perusahaan menggelontorkan Belanja Modal sebesar Rp667 milyar,” tambah Nariman.

 

Sementara hingga Februari 2018, Wika Gedung telah membukukan kontrak baru sebesar Rp768,2 milyar. Capaian kontrak baru tersebut terdiri atas perolehan beberapa proyek antara lain Ruko & Sekolah Podomoro Golf View, Perluasan Gedung Terminal Penumpang Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II Palembang, Transmart Majapahit Semarang dan Transmart Pekalongan.

 

Salah satu proyek yang baru diperoleh Wika Gedung di pertengahan bulan Februari ini adalah Proyek Pembangunan Gedung Fasilitas Produksi Media, Surveilans dan Epidemilogi, Teknik dan Pengawasan Mutu milik PT Biofarma (Persero), proyek yang berlokasi di area komplek PT Bio Farma  Jl. Pasteur No, 28 Bandung ini akan dimulai pekerjaannya pada pertengahan Maret 2018 dan direncanakan selesai pada pertengahan Juni 2019.

 

 

 

Reporter: Didi Kurniawan

Editor: Rosyid

didi
05-03-2018 09:55