Main Menu

Panen Raya di Garut, Menteri Rini Serap 4.700 Ton Gabah Petani

Sandika Prihatnala
21-05-2018 16:47

Menteri BUMN Rini Soemarno panen gabah di Garut (Dok. Kementerian BUMN/yus4)

Garut, Gatra.com - Dalam kunjungan kerjanya ke Garut, Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno melaksanakan program Serap Gabah (Sergab) seberat 4,5 ton di lahan seluas 6.500m2. Serapan gabah tersebut dibeli dengan harga Rp4.700/kg.

 

Di Desa Sukabakti, Kecamatan Tarogong Kidul, Garut, Jawa Barat menjadi fase terakhir dari panen raya petani penerima bantuan Kredit Usaha Rakyat (KUR) dari Bank Negara Indonesia (BNI) sebesar Rp8.15 miliar di Garut. Total gabah di Garut yang terserap telah sebanyak 4.700 ton dari total lahan seluas 617 hektare.

“Kita ingin lebih aktif membantu petani. Di sini ada Bank BNI yang membuat program ke Petani melalui Gapoktan (Gabungan Kelompok Tani), supaya bisa menyerap gabah dengan harga baik,” kata Rini di Garut, melalui rilis pers yang diterima Gatra, Senin (21/05).

Rini juga memberikan secara simbolos KUR Tani BNI dan Kartu Tani kepada sejumlah petani. Sejak Oktober 2017, BNI diketahui telah memberikan program kewirausahaan pertanian. Tujuannya, melakukan penguatan kelembagaan petani dan badan usaha yang menaungi petani dengan membentuk dua unit badan usaha yaitu PT. Mitra Desa Bersama Banyuresmi dan Kadungora. Keduanya, telah memiliki unit bisnis berupa unit toko tani sebagai penyedia kebutuhan sarana produksi dan unit toko desa yang menjual kebutuhan harian masyarakat.

“Harapannya agar jangan diambil tengkulak yang bisa memberatkan petani,” tambah Rini.

Dalam kesempatan yang sama, Rini juga meresmikan Mitra Desa Rice Mills yang dikelola oleh Mitra Desa Kadungora sebagai unit penggilingan beras dimana BNI memberikan CSR dalam bentuk Bantuan mesin pengering gabah. Sekaligus juga melakukan silaturahmi ke Pondok Pesantren Darul Arqom dan menyaksikan program CSR BNI untuk memperbaiki Pesantren Utsmaniyah Al Musri yang mengalami musibah kebakaran tahun 2017 lalu.

Terakhir, Rini meninjau program kredit mikro Membina Ekonomi Keluarga Sejahtera (Mekaar) yang dijalankan oleh PT Permodalan Nasional Madani (Persero). Sedikitnya, PT PNM telah memiliki 65.425 nasabah di Garut yang mayoritas memiliki pekerjaan berkebun dan bertani.

PNM merupakan BUMN yang bergerak di bidang ekonomi kerakyatan melalui pembiayaan, pendampingan dan jasa manajemen kepada pelaku usaha ultra mikro, mikro, kecil dan menengah (UMKM). Mekaar sendiri adalah produk pembiayaan usaha yang diberikan kepada kelompok perempuan prasejahtera produktif pelaku usaha ultra mikro.

Produk PNM unggulan lainnya yaitu Unit Layanan Modal Mikro (ULaMM) yang khusus memberikan pembiayaan usaha kepada pelaku usaha mikro, kecil dan menengah yang disertai dengan program Pengembangan Kapasitas Usaha (PKU). Saat ini PNM memiliki 2.383 kantor layanan, yang terdiri dari 64 kantor cabang PNM, 694 kantor layanan ULaMM dan 1.625 kantor cabang Mekaar.

Sementara Direktur Utama BNI Achmad Baiquni menambahkan, saat ini jumlah Kartu Tani yang telah disalurkan BNI kepada petani di Kabupaten Garut mencapai 7.615 kartu. Kemudian sebanyak 1.262 petani telah memperoleh pembiayaan KUR BNI senilai Rp. 8,15 miliar. Selain itu BNI telah mengakuisisi sebanyak 326 Agen46 yang di dalamnya terdapat 56 agen Poktan dan 270 agen non Poktan.


Editor : Sandika Prihatnala

Sandika Prihatnala
21-05-2018 16:47