Main Menu

Tiga BUMN Ekspansi ke Filipina

Sandika Prihatnala
28-05-2018 21:03

Menteri BUMN Rini Soemarno hadiri Penandatanganan kerjasama di Manila, Filipina.(Dok. Kementerian BUMN/re1)

Manila, Gatra.com - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno temani tiga perusahaan BUMN yang melakukan ekspansi bisnis ke Filipina. Tiga BUMN itu antara lain PT. Industri Kereta Api/INKA (Persero), PT. Wijaya Karya/WIKA (Persero) dan PT. Bank Mandiri (Persero).

 

PT Industri Kereta Api/INKA (Persero) akan mengekspor produk keretanya ke Filipina. Rini yang menyaksikan langsung penandatanganan kontrak jual beli antara PT INKA dan Philippines National Railways (PNR) di Manila, Filipina mengaku mendukung penuh kerjasama tersebut.

Kontrak memuat tentang pembelian empat trainset Diesel Multiple Unit atau Kereta Rel Diesel (KRD) dengan nilai USD 21,4 juta, serta pembelian tiga lokomotif dan 15 kereta penumpang senilai USD 26,1 juta. Empat trainset itu akan dikirim secara bertahap dimulai pada 18 Januari 2020 dan 27 Mei 2020, dengan nilai pembelian sebesar USD9,7 juta.

Proyek kerja sama ini merupakan inisiasi pemerintah Filipina untuk menyediakan sarana transportasi publik yang dapat diandalkan, mempersingkat jarak tempuh, dan lebih nyaman bagi masyarakat. KRD produksi INKA tersebut akan dioperasikan di jalur penghubung Tutuban Station dan Alabang Station, Metro Manila.

“Ini menambah deretan prestasi PT INKA sebagai produsen kereta yang handal, baik di dalam negeri maupun dunia internasional,” kata Rini di Manila, Senin (28/5).

Rini hadir ditemani Sekretaris Kementerian BUMN Imam Apriyanto Putro, Deputi Bidang Usaha Jasa Keuangan, Jasa Survei, dan Jasa Konsultasi Gatot Trihargo, Deputi BIdang Usaha Pertambangan, Industri Strategis dan Media Fajar Harry Sampurno, Direktur Utama PT INKA Budi Noviantoro, Direktur Utama PT Wijaya Karya (Persero) Tbk Tumiyana, dan Direktur Utama Bank Mandiri Kartika Wiratmadja.

Kemudian. Rini juga menyaksikan penandatanganan nota kesepahaman antara PT Wijaya Karya/WIKA (Persero) Tbk dengan Citra Manila Consortium yang terdiri dari PT Citra Marga Nusaphala Persada Tbk, PT Citra Persada Infrastruktur, dan CLGP Philipine Holding Inc terkait proyek pembangunan jalan tol elevated sepanjang 18 Kilometer menyambungkan Metro Manila dengan wilayah Taguig.

Pembangunan jalan tol rencananya dibangun selama tiga tahun (Januari 2019-December 2022) dan didanai langsung Pemerintah Filipina. Nilai proyek jalan tol tersebut mencapai USD 1,25 Miliar.

Selain rencana Proyek Manila Taguig Expressway, WIKA sebelumnya telah memulai rekonstruksi Clarin Bridge di Bohol, Filipina. Clarin Bridge termasuk dalam Bohol Circumferential Road yang runtuh akibat gempa bumi 7,2 skala richter di Filipina pada tahun 2013.

Dalam pengerjaan proyek tersebut, WIKA dan perusahaan lokal Filipina VT Lao Construction dipercaya melakukan rekonstruksi Clarin Bridge dengan nilai kontrak 445,8 juta Peso Filipina. Jembatan sepanjang 104 meter ini ditargetkan selesai pada Oktober 2019 dan diharapkan mempermudah akses menuju daerah pariwisata serta mempercepat arus mobilisasi barang dan jasa di Provinsi Bohol.

“Ekspansi PT INKA dan PT Wijaya Karya di Filipina merupakan salah satu bukti BUMN kita kuat, handal dan dipertimbangkan,” ungkap Rini.

Agenda lainnya, Rini menghadiri pertemuan dengan Menteri Keuangan Filipina dan Kepala Bank Sentral Filipina guna membahas rencana pengembangan bisnis ritel PT Bank Mandiri (Persero) Tbk di negara tersebut. Tak sekedar mengembangkan bisnis, Bank Mandiri juga berkomitmen untuk meningkatkan inklusi keuangan di Filipina.


Editor : Sandika Prihatnala

Sandika Prihatnala
28-05-2018 21:03