Main Menu

Wika Bangun Tol Layang Rp11,5 triliun di Filipina

Sandika Prihatnala
30-05-2018 13:08

MoU WIKA - Citra Konsorsium soal proyek tol layang di Filipina. (Dok Kementerian BUMN/FT02)

Manila, Gatra.com - PT. Wijaya Karya (Persero) tbk (WIKA) melakukan penandatanganan nota kesepahaman bersama (Memorandum of Understanding/MoU) dengan konsorsium PT Citra Marga Nusaphala Persada Tbk., PT Citra Persada Infrastruktur, dan CLGP Philipine Holding Inc. MoU yang berlangsung pada Senin (28/5) di Manila, Filipina ini dibuat untuk pengerjaan proyek jalan tol Manila – Taguig Express Way (Mtex).

 

Kesepahaman bersama ini ditandatangani Direktur Utama WIKA, Tumiyana, Authorized Representative Citra Lamtoro Gung Persada Phillipines Sahra M. Mayor, dan disaksikan langsung Menteri Badan Usaha Milik Negara, Rini M. Soemarno serta Direktur Utama PT Citra Persada Infastruktur, Indrawan Sumantri.

Direktur Utama WIKA, Tumiyana di sela-sela acara mengatakan MoU antara WIKA dan Citra Konsorsium memperkuat portofolio WIKA di pasar luar negeri.

“Kami menyambut baik penandatanganan nota kesepahaman bersama ini untuk memperkuat eksistensi WIKA di Filipina” kata Tumiyana, melalui rilis yang diterima Gatra.

Rencananya, Proyek Manila Taguig Expressway (MTEX) akan dibangun dengan konstruksi melayang 18,18 kilometer di sepanjang tepian Sungai Pasig. Jalan tol layang ini diprediksi menelan biaya konstruksi sebesar 43,754 miliar Peso atau setara dengan Rp11,578 triliun (kurs 1US$ = Rp14.000). MTEx ini kelak akan menghubungkan antara Metro Manila Skyway Stage 3 dan Metro Manila Expressway ke jantung kota Pasig, Makati dan Manila.

Selain rencana Proyek Manila-Taguig Expressway, WIKA juga telah memulai rekonstruksi Clarin Bridge di Bohol, Filipina. Clarin Bridge termasuk dalam Bohol Circumferential Road yang runtuh akibat gempa bumi 7,2 skala richter di Filipina pada tahun 2013.

Dalam pengerjaan proyek tersebut, WIKA dan perusahaan lokal Filipina VT Lao Construction dipercaya melakukan rekonstruksi Clarin Bridge dengan nilai kontrak 445,8 juta Peso Filipina. Jembatan sepanjang 104 meter ini ditargetkan akan selesai pada Oktober 2019 dan diharapkan mempermudah akses menuju daerah pariwisata serta mempercepat arus mobilisasi barang dan jasa di Provinsi Bohol.

Proyek ini menambah daftar portofolio WIKA, khususnya di Asia Tenggara. Sebelumnya, WIKA telah berkiprah pada pelaksaaan proyek-proyek strategis dalam dua tahun terakhir di negara-negara kawasan ASEAN, antara lain: Limbang Cable Stay Bridge, Malaysia (2018), Maubin Pyapon Road Rehabilitation Project, Myanmar (2017).

WIKA juga cukup ekpasnsif dalam pengeerjaan beberapa proyek di Timor Leste, yangt terdiri dari: Construction of New Steel Bridge 100 m, Soibada (2017), Road Rehabilitation JCT A09 Package 1 Municipio de Manatutu (2017), dan Construction of Natar Bora Road Package 1 & 2 (2017).

Direktur Operasi III yang membawahi kegiatan operasi dan konstruksi di luar negeri Perseroan, Destiawan Soewardjono mengatakan kesempatan WIKA mengembangkan bisnis di luar negeri masih sangat besar, seriring maraknya proyek konstruksi di berbagai negara.

“Menunjukkan adanya pengakuan bahwa kualitas dan daya saing BUMN Konstruksi Indonesia dalam hal ini WIKA dapat diandalkan,” ungkapnya optimis.


Editor : Sandika Prihatnala

Sandika Prihatnala
30-05-2018 13:08