Main Menu

Pilot Garuda Ancam Mogok, Luhut Minta Kedepankan Dialog

Sandika Prihatnala
03-06-2018 06:16

Menkopolhukam Luhut Binsar Pandjaitan (GATRA/Eva Agriana Ali/FT02)

Jakarta, Gatra.com - Ancaman mogok yang muncul dari pilot Garuda karena kinerja perusahaan dinilai tak kunjung membaik. Emiten dengan dengan kode GIAA itu berada pada level Rp254 per lembar pada sesi penutupan pasar saham Kamis (31/5). Turun dibanding saat IPO yang harganya mencapai Rp750 per lembar.

 

Sebelumnya sebanyak 1.300 pilot dan 5000 kru Garuda Indonesia mengancam akan melakukan aksi mogok kerja dalam waktu dekat. Kabarnya, aksi itu akan dilakukan pada puncak arus mudik jika pemerintah tak kunjung turun tangan menangani kondisi kinerja perusahaan.

Rencana mogok ini bukan yang pertamakali dilakukan. Sebelumnya, Asosiasi Pilot Garuda (APG) dan Serikat Karyawan Garuda (Sekarga) mengancam mogok karena berbagai alasan mulai dari tidak profesionalnya manajemen PT Garuda Indonesia, kondisi kinerja keuangan yang merosot turun, hingga jumlah direksi perusahaan yang tidak sesuai dengan undang-undang menjadi alasan mogok tersebut.

"Kami sangat sadar kalau mogok akan lebih parah, itu kami sadar. Tetapi sesuai dengan Undang-Undang Tenaga Kerja, mogok adalah hak dasar dari pekerja. Kalau kami tidak didengar maka ini (Mogok) legal. Kami tidak menginginkan mogok, tapi kami bisa," tegas Ketua Umum Sekarga, Ahmad Irfan Nasution dalam Konfrensi Pers di Jakarta, Rabu (2/5).

Menanggapi rencana itu, Vice President Corporate Secretary Hengky Heriandono mengungkapkan agar para stakeholder tetap tenang dan tidak khawatir. “Kami harapkan agar pengguna jasa tetap tenang dan tidak perlu khawatir dengan rencana mogok. Kami pastikan layanan operasional penerbangan tetap berlangsung normal,” katanya melalui siaran pers, Sabtu (2/6).

Sebelumnya atas ancaman mogok itu, pengurus APG dan Sekarga dipanggil Menko Maritim Luhut B Panjaitan karena rencana aksi itu. Jika itu terjadi, khususnya pada periode peak season akan mengganggu hak-hak pelayanan konsumen. Luhut menginstruksikan agar Sekarga dan APG tempuh jalan dialog dengan manajemen.

“Kami apresiasi APG dan Sekarga yang tetap mengedepankan kepentingan nasional dan komitmen pelayanan operasional terhadap konsumen pada periode peak season,” tambah Hengky. Ia juga menyambut baik komitmen dan dukungan Menko Maritim dalam upayanya meningkatkan kinerja operasional Garuda Indonesia khususnya terkait dinamika hubungan industrial dengan jalan dialog.

Soal dialog, Hengky mengaku manajemen sudah membuka diri. Ia percaya spirit kebersamaan merupakan platform penting dalam mengawal keberlangsungan kinerja operasional perusahaan. Sejalan dengan itu, jelang peak season Garuda Indonesia menyiapkan sedikitnya 150.510 kursi penerbangan ekstra sebagai antisipasi peningkatan trafik penumpang selama periode arus mudik dan arus balik Lebaran 2018 yang diperkirakan terjadi pada 8 Juni 2018 hingga 24 Juni 2018 baik untuk rute domestic, maupun internasional.

Kapasitas penerbangan tambahan terdiri dari 768 frekuensi penerbangan tambahan yakni 480 penerbangan Citilink dan 288 penerbangan Garuda Indonesia . kapasitas ini meningkat 39 persen dibandingkan tahun lalu sebesar 107.750 kursi.


Editor : Sandika Prihatnala

Sandika Prihatnala
03-06-2018 06:16