Main Menu

Keuangan 6 BUMN Karya Bergerak Positif

Sandika Prihatnala
07-06-2018 13:24

Ilustrasi BUMN Konstruksi. (Dok. Humas BUMN/FT02)

Jakarta, Gatra.com - Enam Badan Usaha Milik Negara (BUMN) karya mengklaim berhasil catatkan pertumbuhan badan usaha sepanjang kuartal I 2018. Kinerja positif itu tergambar dari rata-rata pertumbuhan aset keenam BUMN yang berada diangka 55,98 persen, didukung pertumbuhan liabilitas rata-rata 72,77 persen.

 

Enam BUMN karya yang berhasil raih catatan positif itu antara lain PT. Hutama Karya (Persero), PT. Waskita Karya (Persero) Tbk, PT. Wijaya Karya (Persero) Tbk, PT. Adhi Karya (Persero) Tbk, PT. Pembangunan Perumahan (Persero) Tbk, dan PT. Jasa Marga (Persero) Tbk.

Deputi Bidang Usaha Konstruksi dan Sarana dan Prasarana Perhubungan Kementerian BUMN Ahmad Bambang menyebut, Kementerian BUMN masih terus mengawasi dan mendampingi semaksimal mungkin agar perusahaan plat merah itu mampu menjaga kesehatan perusahaan. Apalagi, BUMN karya itu diberi amanat tugas membangun infrastruktur dari Pemerintah.

“Mengawal agar bisa menjalankan dan menyelesaikan sebaik mungkin amanat pembangunan infrastruktur. Sekaligus menjaga agar kesehatan perusahaan tetap terjaga,” katanya di Jakarta, Rabu (6/6).

Pergerakan keuangan terbilang positif karena jika dibandingkan pada kuartal I tahun lalu, pendapatan Hutama Karya, misalnya, naik 110 persen menjadi Rp 4,8 triliun dan membukukan laba bersih Rp200 miliar. Nasib serupa juga terlihat di Waskita Karya yang mencatatkan kenaikan pendapatan usaha sebesar 68,56 persen menjadi Rp 12,3 triliun, dengan laba bersih sebesar Rp 1,7 triliun.

Rata-rata pertumbuhan aset keenam BUMN tersebut pun berada diangka 55,98 persen. Pertumbuhan aset tersebut didukung oleh pertumbuhan liabilitas yang rata-ratanya sebesar 72,77 persen. Sementara ekuitas keenam perusahaan ini pun bertumbuh cukup baik. Ekuitas Hutama Karya naik menjadi Rp 8,7 triliun dibandingkan capaian periode sama tahun lalu yang sebesar Rp 7,6 triliun. Ekuitas Waskita naik menjadi Rp 24,4 triliun dibandingkan capaian periode sama tahun lalu yang sebesar Rp 20,2 triliun. Sementara WIKA, ekuitasnya naik menjadi Rp 14,7 triliun dibandingkan kuartal I 2017 sebesar Rp 12,7 triliun.

Nah hal lain yang ikut dipantau yakni soal penyelesaian masalah tagihan dana talangan dan alternatif pendanaan.

"Salah satu yang sudah kami lakukan adalah fasilitas pendanaan reksa dana penyertaan terbatas (RDPT) ruas tol Waskita Karya dan Jasa Marga, serta mengupayakan pembayaran proyek infrastruktur LRT Palembang yang ditalangi Waskita Karya selaku kontraktor," ungkapnya.


Editor : Sandika Prihatnala

Sandika Prihatnala
07-06-2018 13:24