Main Menu

Jokowi Akan Resmikan Dua PLTU Berkapasitas 470 MW di Sulsel

Birny Birdieni
01-07-2018 18:31

PLTU di Sulsel. (Dok. PLN/FT02)

Jakarta, Gatra.com- Sulawesi Selatan akan mendapatkan tambahan pasokan listrik sebanyak 470 MW dari Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Punagaya dan PLTU Jeneponto Ekspansi. Masing-masingnya berkapasitas 2x100 MW dan 2x135 MW.

Peresmian pengoperasian PLTU Punagaya yang dibangun sejak Mei 2015 dan PLTU Jeneponto Ekspansi itu rencananya akan dilakukan oleh Presiden Republik Indonesia Joko Widodo, Senin (2/7).“

Tambahan pasokan ini akan meningkatkan kapasitas dan kehadalan listrik, khususnya di Sulawesi Bagian Selatan sehingga dapat menunjang investasi di daerah ini yang tengah meningkat,” kata Direktur Human Capital Management PLN Muhamad Ali saat meninjau lokasi PLTU Punagaya (1/7).

PLTU Punagaya 2x100 MW merupakan pembangkit milik PLN yang berlokasi di Desa Punagaya, Kecamatan Bangkala, Kabupaten Jeneponto.

Investasi PLTU ini mencapai 290juta USD, dengan melibatkan 1.000 tenaga kerja. Unit 1 PLTU Punagaya telah beroperasi pada Desember 2017 dan Unit 2 pada Februari 2018.

Sedangkan PLTU Jeneponto Ekspansi 2x135 MW milik Independent Power Producer (IPP) mulai mengalirkan energi listrik ke sistem Sulawesi Bagian Selatan pada November 2017.

Pembangkit ini juga menyerap tenaga kerja mencapai 1.000 orang pada tahap konstruksi, dan 100 orang pada tahap operasi.

Hadirnya kedua PLTU besar ini akan menambah daya mampu sistem kelistrikan Sulawesi Bagian Selatan menjadi 1.600 MW. Sedangkan beban puncak kelistrikannya mencapai 1.100 MW.

Tambahan listrik ini juga akan menunjang investasi di Sulawesi Selatan yang notabene merupakan salah satu daerah dengan daya tarik investasi yang tinggi di Indonesia.
Kedua pembangkit ini merupakan bagian dari Program 35.000 MW yang terus dikebut pekerjaannya agar dapat mencukupi kebutuhan listrik di Indonesia. Saat ini, jumlah pembangkit program 35.000 MW yang telah beroperasi dan komisioning mencapai 2.114 MW.

Adapun pembangkit yang sedang salam proses konstruksi mencapai 16.686 MW. Sedangkan pembangkit dalam proses financial close mencapai 13.481 MW.

“PLN juga akan segera membangun transmisi 275 kV untuk mengevakuasi daya dari Selatan ke Tenggara, mengingat tingginya potensi industri smelter disana,” kata Muhamad Ali.

 


Editor : Birny Birdieni

Birny Birdieni
01-07-2018 18:31