Main Menu

Sinergi 5 BUMN Dukung Industri Sandang Nusantara

didi
13-08-2018 13:46

Sinergi 5 BUMN dukung Industri Sandang Nusantara. (Dok. Industri Sandang Nusantara/FT02

Artikel Terkait

Jakarta, Gatra.com - Lima BUMN melakukan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) untuk mendukung PT Industri Sandang Nusantara (Persero) dalam Mengembangkan Pasar Sarung dan Industri Tekstil. Kelimanya, yaitu PT Danareksa (Persero), PT Surabaya Industrial Estate Rungkut, PT Kliring Berjangka Indonesia (Persero), Perusahaan Umum Jaminan Kredit Indonesia (Perum Jamkrindo), dan PT Industri Sandang Nusantara (Persero).


Penandatanganan MoU dilakukan oleh Direktur Utama PT Danareksa (Persero) Heru D. Adhiningrat, Plt. Direktur Utama PT Surabaya Industrial Estate Rungkut Fattah Hidayat, Direktur Utama PT Kliring Berjangka Indonesia (Persero)Fajar Wibhiyadi, Direktur Utama Perusahaan Umum Jaminan Kredit Indonesia (Perum Jamkrindo) Randi Anto dan Direktur Utama PT Industri Sandang Nusantara (Persero) Robby Eduardo Quento, yang disaksikan oleh Deputi Restrukturisasi dan Pengembangan Usaha Kementrerian BUMN Aloysius Kiik Ro.
MoU yang ditandatangani ini merupakan sinergi dalam hal pembiayaan, pengadaan bahan baku dan penjaminannya serta penjaminan pembayaran untuk pengembangan bisnis PT Industri Sandang Nusantara (Persero), di mana PT Danareksa (Persero) akan memberikan pembiayaan. Sedangkan PT Surabaya Industrial Estate Rungkut terkait dengan pengadaan bahan baku, dan PT Kliring Berjangka Indonesia (Persero) penjaminan pengadaan bahan baku, serta Perusahaan Umum Jaminan Kredit Indonesia (Perum Jamkrindo) yang berperan sebagai penjaminan atas pembayaran.

Aloysius Kiik Ro, Deputi Restrukturisasi dan Pengembangan Usaha Kementerian BUMN mengatakan, model kerjasama seperti ini yang perlu direplikasi terus menerus. Dalam empat tahun terakhir menurutnya, Kementerian terus mendorong pola seperti ini.

“Tiap-tiap BUMN mempunyai kelebihan masing-masing, kalau bisa kerjasama seperti ini, tentu akan mendapatkan hasil yang lebih besar lagi. Danareksa sebagai lembaga keuangan bukan bank, tentu memiliki fleksibilitas yang sangat tinggi untuk mendanai apa saja, dan dalam hal ini untuk membiayai PT Industri Sandang Nusantara (persero),” kata Aloysius dalam keterangannya, di Jakarta, Senin (13/8).

MoU ini merupakan langkah awal bagi PT Danareksa (Persero) bersama PT Surabaya Industrial Estate Rungkut, PT Kliring Berjangka Indonesia (Persero), dan Perusahaan Umum Jaminan Kredit Indonesia (Perum Jamkrindo) dalam bekerjasama guna mendukung pengembangan bisnis PT Industri Sandang Nusantara (Persero) khususnya dalam pengembangan pasar sarung dan industri tekstil.

“Penandatanganan MoU ini juga merupakan langkah nyata dari semua pihak dalam implementasi Sinergi BUMN dalam kerangka peningkatan perekonomian nasional,” kata Aloysius.

Robby E Quento, Direktur Utama PT Industri Sandang Nusantara (Persero) berharap sinergi ini dapat berjalan sukses. Rencana ke depan, dengan sinergi ini PT Industri Sandang Nusantara (Persero) dapat mengoptimalkan produktivitas serta meningkatkan omzet penjualan baik secara lokal maupun ekspor. Di satu sisi, ekspor tekstil dan produk tekstil Indonesia telah mencapai nilai US$12,4 milyar pada tahun 2017, melebihi target dari Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API) sebesar US$11,8 milyar.

Pemerintah bahkan menargetkan pertumbuhan ekspor 2019 sebesar US$15 milyar. Melalui penandatanganan MoU ini, diharapkan peran strategis BUMN khususnya PT Industri Sandang Nusantara (Persero) dalam merealisasikan target ekspor tersebut.


Reporter: Didi Kurniawan
Editor: Arief Prasetyo

didi
13-08-2018 13:46