Main Menu

PP Presisi Targetkan Pendapatan Rp4,9 Trilyun di Akhir Tahun

didi
27-08-2018 19:14

PT PP Presisi Tbk.(Dok. PT PP Presisi Tbk/re1)

Jakarta, Gatra.com - PT PP Presisi Tbk, perusahaan konstruksi terintegrasi berbasis alat berat menargetkan pendapatan Rp4,9 trilyun pada akhir tahun ini. Pada semester I-2018 pendapatan tercatat Rp1,33 trilyun, atau 27% dari target, hal yang wajar pada industri konstruksi yang memiliki siklus pendapatan yang membesar di kuartal keempat.


Benny Pidakso, Direktur Keuangan PP Presisi mengatakan, pendapatan perseroan tumbuh 360% dari Semester I 2017, menjadi Rp1,33 trilyun dari sebelumnya Rp290 milyar. Pertumbuhan ini tertinggi dibandingkan emiten konstruksi lainnya, termasuk pemegang saham mayoritasnya, PT PP (Persero) Tbk maupun BUMN Konstruksi lainnya.

“Segmen pendapatan yang berkontribusi paling besar adalah pekerjaan sipil sebesar 76% dari total pendapatan. Sementara itu laba bersih tumbuh 418% menjadi Rp146,13 milyar dari sebelumnya Rp28,17 milyar,” ujarnya di Jakarta, Senin (27/8).

Menurut Benny, target pendapatan PP Presisi tahun 2018 sebesar Rp4,9 trilyun masih akan tercapai, mengingat emiten konstruksi mencatat pendapatan terbesar pada semester II setiap tahunnya. Pada semester pertama ini pendapatan mencapai 27% dari target tahunan.

Target kontrak baru 2018 adalah Rp7,5 trilyun dan pada semester pertama ini, PP Presisi telah mencatatkan Rp3,1 trilyun. Sebagian besar kontrak baru yang didapat berasal dari sektor swasta (83%) dan di bidang pertambangan (79%). Hal ini seiring dengan transformasi bisnis yang dilakukan PP Presisi yaitu peningkatan engineering capacity dari coal hauling menjadi jasa pertambangan terintegrasi, serta memasuki bisnis dredging secara organik melalui kerjasama dengan BUMN lainnya.

Tambahan Kontrak Baru yang diperoleh selama Juli sebesar Rp421,2 milyar yang sebagian besar merupakan kontrak proyek runway Bandara Soetta Terminal 3-section 1 dan pekerjaan sipil Ruas Tol Gempol Pasuruan. Bersama dengan kontrak baru ini maka order book yang dihadapi oleh PPRE pada Juli 2018 adalah sebesar Rp12,5 trilyun.

Proyek-proyek infrastruktur yang sedang dikerjakan PP Presisi saat ini adalah Tol Bakauheni-Sidomulyo, Tol Pandaan-Malang, Tol Manado-Bitung, Bendungan Way Sekampung, Bendungan Leuwi Keris. Sementara proyek-proyek sipil yang akan dimulai adalah Proyek Runway 3 Bandara Soekarno Hatta Section 1 & 2.

Untuk menghadapi peningkatan orderbook ini, perusahaan meningkatkan kapasitasnya dengan pembelanjaan alat-alat berat. Dump truck bertambah hampir 600 unit dalam setengah tahun 2018, sementara mixer truck bertambah hampir 30 unit. Total armada bergerak per Juni 2018 mencapai 2.295 unit dengan rata-rata umur 1,88 tahun.

“Ini berarti penambahan 610 unit dari total di Desember 2017 sebanyak 1.685 unit dengan umur rata-rata 2,49 tahun,” pungkas Benny.


Reporter: Didi Kurniawan
Editor: Arief Prasetyo

didi
27-08-2018 19:14