Main Menu

Pinjaman Tahap II Cair, Wika Optimis Selesaikan Kereta Cepat Jakarta Bandung

Mukhlison Sri Widodo
03-09-2018 23:20

Direktur Utama PT Wijaya Karya (Persero) Tbk, Ir. Tumiyana, MBA.(ANTARA/Indrianto Eko Suwarso/re1)

Jakarta, Gatra.com –  Direktur Utama PT Wijaya Karya (Wika), Tumiyana optimis bisa segera menyelesaikan pembangunan kereta cepat Jakarta Bandung, setelah pinjaman dari debitur dari Cina menggelontorkan pinjaman tahap ke dua. 

 

Perusahan konstruksi pelat merah ini, sebagai salah satu anggota Konsorsium Kontraktor Pembangunan Kereta Cepat Jakarta Bandung (HSRCC) akan mempercepat konstruksi setelah China Development Bank (CDB) mencairkan kredit tahap ke dua sebesar US$274,8 juta atau setara dengan Rp3,847 triliun pada Kamis (30/8) lalu.

Dari total pencairan tahap ke dua tersebut, 60% diantaranya atau sebesar US$165,2 juta, dialokasikan sebagai pelunasan uang muka kepada EPC Kontraktor dalam hal ini HSRCC. Sebelumnya pihak CDB telah memberikan pinjaman perdana sebesar US$170 juta pada akhir April lalu.

Menurut Tumiyana, pencairan tahap ke dua ini akan semakin menumbuhkan kepercayaan stakeholders pada proyek pembangunan transportasi kereta masa depan yang akan menghubungkan dua kota megapolitan, di Jawa bagian barat ini.

“Tantangan ke depan adalah bagaimana Wika sebagai bagian dari konsorsium dapat mendorong percepatan pembangunan kereta cepat secara tepat waktu, tepat mutu dan biaya,” katanya dikutip dari rilis yang diterima Gatra.com Senin, (3/9). 

Lingkup pekerjaan WIKA dalam Konsorsium Kereta Cepat Jakarta-Bandung adalah pekerjaan subgrade, fondasi, struktur dan arsitek. Kereta Cepat Jakarta-Bandung akan menghubungkan empat stasiun yaitu: Halim, Karawang, Walini dan Tegalluar Bandung sepanjang 142,3 kilometer.

Percepatan pembangunan proyek Kereta Cepat Jakarta–Bandung menghadirkan optimisme pertumbuhan moda transportasi modern. 

Selain bertindak sebagai kontraktor, WIKA turut berperan sebagai pemegang saham pada PT Pilar Sinergi BUMN Indonesia (PSBI) sebesar 38%, sementara PT Kereta Api Indonesia (Persero) (KAI) sebesar 25%, PT Perkebunan Nusantara (PTPN) VIII 25%, dan PT Jasa Marga (Persero) Tbk. (JSMR) sebesar 12%. 

PSBI bersama Beijing Yawan HSR Co. Ltd masing-masing memiliki 60% dan 40% saham di PT. Kereta Cepat Indonesia China (KCIC). Proyek kereta cepat pertama di Asia Tenggara ini ditargetkan rampung pada Juni 2021.

Direktur Utama PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) Chandra Dwiputra mengatakan, dengan pencairan ini, maka diharapkan akselerasi pembangunan kereta cepat Jakarta-Bandung oleh HSRCC dapat segera menghasilkan progres yang signifikan.

“Dengan selesainya pelunasan uang muka ini, kami meyakini dapat mempercepat akselerasi pekerjaan dan untuk selanjutnya pembayaran dilakukan berdasarkan progress pekerjaan,” kata Chandra.


Mukhlison

Mukhlison Sri Widodo
03-09-2018 23:20