Main Menu

Kunjungi Rosatom di Rusia, PLN Ingin Belajar Listrik Energi Nuklir Aman

Birny Birdieni
04-09-2018 21:12

Foto bersama Direktur Bisnis Regional Jawa Bagian Timur, Bali dan Nusra PLN Djoko R Abumanan (keempat dari kanan), Direktur Bisnis Regional Jawa Bagian Barat PLN Amir Rosidin (ketiga dari kanan) bersama President of Rosatom Overseas Evgeny Pakermanov (kelima dari kiri) beserta jajaran dari PLN dan Rosatom foto bersama dalam acara Working Visit Nuclear Power Plant Technology in Russia (4/9) (Dok.PLN/RT)

Moskow, Gatra.com- Dalam rangka mempelajari lebih lanjut dan memahami potensi pemanfaatan energi Nuklir dalam bisnis ketenagalistrikan, PLN melakukan benchmarking ke Produsen Listrik Tenaga Nuklir terbesar di Russia, Rosatom, Selasa (4/9).

 

“Kita mencoba benchmarking ke Rosatom sebagai perusahaan yang banyak memanfaatkan energi baru terbarukan, termasuk Nuklir untuk pembangkit listrik,” kata Direktur Bisnis Regional Jawa Bagian Timur Bali dan Nusa Tenggara PLN Djoko R Abumanan dalam rilisnya, Selasa (4/9).

Djoko mengatakan, proses-proses benchmarking ini tidak terbatas hanya pada sisi teknologi saja. Namun juga pada penanganan keamanan dari penggunaan Nuklir itu sendiri.

"Kita terapkan poin-poin penting yang mereka miliki, untuk diimplementasikan di PLN," ujarnya.
Terutama karena beberapa wilayah di Indonesia, memiliki intensitas gempa yang banyak. Sebab Indonesia merupakan area dari Ring of Fire.

"Oleh karena itu kami tertarik kepada teknologi dan pengamanan dari penggunaan Nuklir yang dilakukan oleh Rosatom," ungkap Djoko.

President of Rosatom Overseas Evgeny Pakermanov menjelaskan bahwa Indonesia selalu menjadi partner strategis dalam berbagai bidang bisnis. Ia mengaku siap membantu PLN dalam bisnis kelistrikan di Indonesia.

"Sebagai Negara yang pasarnya sangat cepat berkembang, kebutuhan kelistrikan di Indonesia sepertinya bertumbuh cepat, dan kami siap mendukung PLN dalam hal tersebut jika kami dibutuhkan,” kata Pakermanov.

Dalam kunjungan ke ROSATOM, PLN mengajak tujuh Rektor dan Perwakilan Perguruan Tinggi ternama di Indonesia. Serta beberapa pakar dan pengamat energi dari Indonesia.

Upaya ini diharapkan dapat menciptakan sinergi dan visi sama antara PLN, akademisi dan juga pakar serta pengamat dalam perkembangan energi dan pemanfaatannya dalam bisnis ketenagalistrikan.

Ketujuh Universitas tersebut diantaranya adalah Universitas Indonesia (UI), Institut Teknologi Bandung (ITB), dan Universitas Gadjah Mada (UGM). Juga Institut Pertanian Bogor (IPB), Universitas Diponegoro, serra Institut Teknologi Sepuluh November dan Universitas Udayana.


Birny Birdieni

Birny Birdieni
04-09-2018 21:12