Main Menu

Stasiun Tenaga Nuklir Mengambang Dinilai Jadi Pembangkit Aman di Indonesia

Birny Birdieni
04-09-2018 21:34

Stasiun tenaga nuklir mengambang dinilai jadi pembangkit aman di Indonesia. (Dok.PLN/RT)

Moskow, Gatra.com- Sebagai perusahaan pembangkit listrik terbesar di Rusia, Rosatom terus meningkatkan inovasinya. Kali ini, perusahaan yang didirikan tahun 2007 itu sedang mengembangkan Stasiun tenaga nuklir mengambang atau Floating Nuclear Power Plant (FNPP) pertama di dunia.

 

President of Rosatom Overseas Evgeny Pakermanov mengatakan bahwa FNPP mungkin akan sesuai bagi kebutuhan di Indonesia yang memiliki banyak pulau dan berintensitas gempa yang cukup tinggi. “Saat ini kami sedang mengembangkan teknologi FNPP yang akan beroperasi di 2019," katanya dalam rilis yang diterima Gatra.com, Selasa (4/9)

Penjelasan Pakermanov ini disampaikan saat menerima tim PLN yang melakukan benchmarking ke Produsen Listrik Tenaga Nuklir terbesar di Russia itu. Rosatom memproduksi 202.868 juta kwh di 2017 atau 18,9% total produksi listrik di Rusia.

Dalam kunjungan ke Rosatom, PLN mengajak tujuh Rektor dan Perwakilan Perguruan Tinggi ternama di Indonesia. Serta beberapa pakar dan pengamat energi dari Indonesia.

Pakermanov menjelaskan bahwa teknologi FNPP menjadi salah satu mitigasi dalam pengamanan penggunaan energi Nuklir bagi pembangkit listrik. "Kami siap untuk bekerjasama lebih detail dengan PLN perihal teknologi ini,” katanya.

Sementara itu, Direktur Bisnis Regional Jawa Bagian Timur Bali dan Nusa Tenggara PLN Djoko R Abumanan mengatakan bahwa PLN sengaja lakukan benchmarking tidak hanya untuk melihat dari sisi teknologi saja. Namun juga pada penanganan keamanan dari penggunaan Nuklir itu sendiri.

Sebagai wilayah area dari Ring of Fire, Indonesia memiliki intensitas gempa yang banyak. "Oleh karena itu kami tertarik kepada teknologi dan pengamanan dari penggunaan Nuklir yang dilakukan oleh Rosatom," ungkap Djoko.

 


Birny Birdieni 

 

 

Birny Birdieni
04-09-2018 21:34