Main Menu

PLN Buka Jalur Kerjasama Tujuh Kampus Indonesia dengan Moscow Power Engineering Institut

Birny Birdieni
05-09-2018 23:08

PLN inisiasi kerja sama 7 universitas Indonesia dengan Moscow Power Engineering Institute (MPEI) (Dok. PLN/FT02)

Moskow, Gatra.com- PLN inisiasi pertemuan kerjasama antara tujuh Universitas ternama di Indonesia dengan salah satu universitas teknik ketenagalistrikan terdepan di dunia, MPEI (Moscow Power Engineering Institute).

 

Tujuan pertemuan ini adalah untuk penjajakan potensi akademik di bidang energi. Terutama membuka jalur kerjasama antara ke tujuh Universitas dengan MPEI untuk memacu arus perkembangan di bidang energi, termasuk bidang ketenagalistrikan di Indonesia.

“Diharapkan melalui pertemuan antar universitas dari Indonesia dengan Rusia ini, dapat berujung pada kerjasama berdampak pada kemajuan berbagai sektor energi dan ketenagalistrikan di Indonesia.” Kata Direktur Human Capital Management PLN Muhamad Ali di Moskow, Rusia (4/9).

Moscow Power Engineering Institute (National Research University) merupakan salah satu universitas terbesar dan terdepan dalam bidang ketenagalistrikan dan teknologi informasi.

Universitas ini telah mendunia sehingga kerjasama antara MPEI dengan Universitas di Indonesia akan sangat bermanfaat bagi perkembangan energi termasuk ketenagalistrikan di Indonesia.

Rombongan delegasi PLN dan akademisi diterima langsung oleh Rektor MPEI Rogalev Nikolay Dmitrievich beserta jajaran manajemen Universitas MPEI.

“Kita bisa menjalin kerjasama dalam berbagai bidang, kami memiliki banyak sektor pendidikan dan penelitian baik di Nuklir, turbin, dan lain sebagainya," kata Rogalev.

Kerjasama ini menurutnya akan berdampak sangat baik bagi kedua belah pihak. Termasuk bagi Indonesia dan Russia.

Rektor Universitas Gadjah Mada (UGM) Prof. Ir. Panut Mulyono, M.Eng.,D.Eng, menjelaskan bahwa UGM sangat tertarik untuk menjalin kerjasama. “Kami sangat antusias terhadap terjalinnya kerjasama antar universitas dengan MPEI," katanya berharap.

Panut berharap bahwa kedepan akan terdapat penandatanganan MOU untuk mengacu pada kerjasama pertukaran pelajar, teknologi laboratorium dan sebagainya.

Senada dengan Prof Panut, Rektor Institut Teknologi Bandung (ITB) Prof.Dr. Ir. Kadarsah Suryadi DEA, menjelaskan bahwa para mahasiswa adalah calon dari pemimpin, dan butuh banyak kerjasama diantara universitas untuk terus mengembangkannya.

“Para mahasiswa adalah future leader, oleh karena itu kita harus menjalin kerjasama demi mengembangkannya lebih baik lagi," kata Kadarsah.

Untuk memulai hal tersebut, ITB mengundang pihak dari MPEI untuk mengunjungi ke Bandung. "Lalu membuat joint colaboration khususnya dalam sektor energi seperti kelistrikan.” Kata Prof Kadarsah.


Adapun rombongan rektor dan perwakilan dari tujuh Universitas ini diantaranya :
1. Rektor Universitas Indonesia Prof. Dr. Ir Muhammad Anis, M. Met,
2. Rektor Institut Teknologi Bandung (ITB) Prof.Dr. Ir. Kadarsah Suryadi DEA,
3. Rektor Universitas Gadjah Mada (UGM) Prof. Ir. Panut Mulyono, M.Eng.,D.Eng,
4. Rektor Institut Pertanian Bogor (IPB) Dr. Arif Satria,
rektor Universitas Diponegoro Prod. Dr. Yos Johan Utama, S.H.,M.Hum ,
Wakil rektor Institut Teknologi Sepuluh November Prof. Dr. Ir. Heru Setyawan M.Eng
dan Dekan Fakultas Teknik Universitas Udayana Prof. Ir. Ngakan Putu Gede Suardana, MT., PhD.


Birny Birdieni

Birny Birdieni
05-09-2018 23:08