Main Menu

SKK Migas Targetkan Sukowati Capai 20.000 BOPD 2019

Umaya Khusniah
14-09-2018 10:59

Lapangan A Sukowati di Desa Campurejo, Kecamatan Kota, Bojonegoro. (ANTARAnews/Slamet Agus Sudarmojo/re1)

Bojonegoro, Gatra.com - Tren produksi dari lapangan sukowati yang dioperatori oleh PT Pertamina EP sejak 20 Mei 2018 yang lalu, terjadi peningkatan yang sangat signifikan. Hal inilah yang membuat Kepala Divisi Exploitation Skkmigas Wahju Utomo menyambangi lapangan PT Pertamina EP Asset 4 Sukowati Field pada Kamis (13/09).

 

 

"Saya datang ke sini untuk memberi dukungan dan apresiasi kepada PT Pertamina EP," ujarnya seperti dalam rilis yang diterima Gatra.com Jumat (14/9).

Dalam tiga bulan, produksi Sukowati Field meningkat. Dari yang semula 6.800 BOPD, PT Pertamina EP bisa meningkatkan produksi hingga menembus 10.000 BOPD.

SKKMigas yakin, seperti dikatakan Wahju, potensi sub surface dan kemauan serta semangat dari tim PT Pertamina EP, produksi sukowati masih bisa ditingkatkan.

"Melihat kondisi saat ini, mulai dari kesiapan teknis dan sinergi antar fungsi di PT Pertamina EP Asset 4, maka kami meminta agar target produksi Sukowati Field pada 2019 mencapai 20.000 BOPD", ujar Wahju.

Menanggapi target 2019 ini, Wit Mulya selaku VP Exploitation PT Pertamina EP menyampaikan, PT Pertamina EP akan melihat potensi yang ada di sukowati untuk mengoptimalkan produksi dan mencapai target yang dicanangkan.

"Terkait dengan target 20.000 BOPD kami akan pelajari lebih lanjut potensi sumur dan sub surface yang ada dan akan kami lakukan upaya terbaik untuk upaya peningkatan produksi tersebut", kata Wit Mulya.

Wit menjelaskan, Sukowati Field memiliki total memiliki 36 Sumur. Mereka terdori dari 29 Sumur Aktif, 2 Sumur Injeksi dan 5 Sumur Suspend.

Dalam waktu dekat Pertamina EP akan memperbaiki Bonding Cement. Selain itu juga akan mengaktifkan sumur-sumur Suspend agar bisa menambah produksi.

Agus Amperianto, selaku Asset 4 General Manager juga mengatakan untuk menjawab tantangan target produksi Sukowati Field 20.000 BOPD, perlu ditingkatkan sinergi antar fungsi untuk bisa sama-sama menterjemahkan strategi bisnis ini dalam implementasi di lapangan.

Menurut Agus, saat ini Pertamina EP fokus pada 5 prioritas konsolidasi. Pertama, metode eksploitasi yang sesuai. Kemudian sistem mata rantai supply pemenuhan barang & jasa.

Ketiga, kesiapan Sumber Daya Manusia. Keempat, pemenuhan pada aspek perundangan & ketentuan / compliance. Terakhir, pemerhatian pada upaya-upaya sinergis dan berkesinambungan terhadap upaya pemberdayaan lingkungan & masyarakat.

Sebagai informasi, per 13 September 2018, kinerja Produksi PT Pertamina EP Asset 4 mencapai 17.328 BOPD. Ini meningkat 123 % diatas target 14.032 BOPD dengan penyumbang terbesar dari Sukowati Field yaitu 9.365 BOPD.

"Selain sinergi antar fungsi, kehandalan fasilitas pendukung dan dukungan sosial dari masyarakat dan lingkungan sekitar wilayah operasi sangat penting untuk mendukung tercapainya target 20.000 BOPD ini," ungkap Agus.

Wahjupun mengamini pernyataan Agus.
SKKMigas juga menghimbau agar terkait kondisi sosial, harus bersinergi dan membina hubungan baik dengan masyarakat disekitar wilayah operasi.

"Karena kita beroperasi dan bekerja di tengah-tengah masyarakat. Bila kita tidak membina hubungan baik pasti dampaknya berpengaruh kepada operasi," ujar Wahju.

Wahju berharap momentum peningkatan produksi dan pembinaan hubungan baik dengan masyarakat yang bagus ini agar dijaga. Alhasil target 20.000 BOPD bisa tercapai.


Umaya Khusniah

Umaya Khusniah
14-09-2018 10:59