Main Menu

Bangun Pabrik Alumina, Inalum Bisa Hemat Devisa Sampai US$600 Juta

Flora Librayanti BR K
12-10-2018 14:16

Direktur Pelaksana Inalum Oggy Achmad Kosasih (Dok.Inalum/jh)

 

Jakarta, Gatra.com - Holding Industri Pertambangan (HIP), PT Inalum (Persero) bersama anggota HIP, PT Antam Tbk dan produsen alumina terbesar kedua di dunia, Aluminum Corporation of China Ltd (Chalco) akan bekerja sama melakukan hilirisasi produk tambang di Kabupaten Mempawah, Kalimantan Barat.

 

Melalui PT Borneo Alumina Indonesia (BAI), ketiga perusahaan tersebut akan bekerja sama membangun pabrik pemurnian untuk memproses bauksit menjadi alumina, yang merupakan bahan baku utama untuk membuat aluminium ingot. Inalum sendiri merupakan produsen aluminium ingot satu-satunya di Indonesia, dan nantinya akan menyerap sebagian besar alumina dari BAI.

“Alumina merupakan bahan baku utama untuk memproduksi aluminium ingot. Dengan kapasitas produksi Inalum sebanyak 250 ribu metrik ton aluminium ingot per tahun, kami membutuhkan 500 ribu metrik ton alumina. Saat ini kebutuhan tersebut masih dipasok dari luar negeri,” jelas Direktur Pelaksana Inalum, Oggy A. Kosasih dalam keterangan resmi yang diterima Gatra.com, Jumat (12/10).

“Dengan selesainya proyek ini, Inalum akan melepaskan ketergantungan pasokan dari luar negeri dan mengurangi devisa impor sekitar US$600 juta. Dan tak kalah penting, proyek ini akan memberikan nilai tambah bauksit yang selama ini diekspor dalam bentuk ore dan membangun industri aluminium terintegrasi yang berkelanjutan,” tegas Oggy.

Kerja sama ketiga perusahaan tersebut tertuang dalam penandatanganan kesepakatan pada 11 Oktober 2018 di acara Indonesia Investing Forum 2018, IMF-World Bank Annual Meetings 2018 di Nusa Dua, Bali. Penandatangan kerjasama proyek dengan nama teknis Smelter Grade Alumina Refinery (SGAR) tersebut dilakukan oleh Oggy A. Kosasih dengan Presiden Direktur Chalco Hong Kong, Li Wangxing.

Konstruksi proyek SGAR dilakukan dalam 2 tahap dengan total kapasitas produksi 2 juta metrik ton alumina. Peletakan batu pertama untuk pabrik pemurnian tahap 1 dengan kapasitas 1 juta metrik ton rencananya akan dilaksanakan pada kuartal 4 2018 dan diharapkan dapat mulai produksi pada 2021.

Investasi untuk membangun pabrik tahap 1 tersebut diperkirakan sekitar US$850 juta.

Selain reputasi Chalco sebagai produser alumina nomor satu di Cina dan nomor dua di dunia, perusahaan tersebut mempunyai pengalaman teruji dalam menjalankan industri aluminium terintegrasi dari bauksit hingga ke produk hilir aluminium. Chalco juga memiliki teknologi yang efisien dengan biaya operasional yang rendah dan berpengalaman mengoperasikan pabrik SGAR.

Upaya untuk melakukan hilirisasi industri pertambangan untuk menciptakan nilai tambah adalah salah satu dari tiga mandat pembentukan HIP selain menguasai sumber daya pertambangan Indonesia dan menjadi perusahaan kelas dunia.

HIP juga menjadi salah satu tulang punggung negara dalam mendulang devisa dari hasil ekspor dan mengurangi ketergantungan bahan baku dari impor. HIP memperkirakan penjualan hasil ekspor pada 2018 sebesar US$2,51 miliar atau sekitar Rp37 triliun. Adapun hingga Agustus 2018, telah terealisasi US$1,57 miliar atau setara 62,5% dari proyeksi.



Reporter: Hendry Roris P. Sianturi
Editor: Flora L.Y. Barus

 

 

Flora Librayanti BR K
12-10-2018 14:16