Main Menu

Kejagung Belum Akan Simpulkan Kasus "Papa Minta Saham"

Iwan Sutiawan
20-01-2016 13:35

Mantan Ketua DPR RI Setya Novanto (GATRA/Jongki Handianto)

Jakarta, GATRAnews - Kejaksaan Agung (Kejagung) belum akan menyimpulkan perkara "papa minta saham", jika mantan Ketua DPR RI Setya Novanto tidak memenuhi panggilan kedua penyelidik yang akan memintai keterangan seputar rekaman pertemuan dirinya dan pengusaha Riza Chalid, dengan Direktur Utama PT Freeport Indonesia Ma'roef Sjamsoeddin.

"Ini kan penyelidikan, nggak ada istilah terakhir, terakhir. Kita ingin melihat masih mungkin nggak beliau menghadiri, itu aja," kata Arminsyah, Jaksa Agung Muda Pidana Khusus, kepada wartawan di Jakarta, Rabu (20/1).

Arminsyah mengharapkan Setnov bersikap mendukung penegakan hukum, sehingga hari ini mau menghadiri panggilan penyelidik. "Kita masih menunggu lah, siapa tahu kan berubah pikiran, akan datang. Penyelidikan, nggak ada istilah terakhir, tapi kita tunggu lah," ujarnya.

Setnov dan pengusaha minyak Riza Chalid belum memenuhi panggilan penyelidik yang akan memintai keterangan tentang "papa minta saham", khususnya pertemuan di Hotel Ritz Carlton, Pacific Place Jakarta, sehingga menghambat penyelidikan.

"Yang jelas, kita kekurangan informasi, walau nggak dapat keterangan dari mereka berdua, kita harus tetap ambil sikap," kata Arminsyah.

Kekurangan informasi yang Arminsyah maksud, yakni keterangan dari Setnov dan Riza Chalid. "Ya keterangan dari yang bersangkutan, kalau yang bersangkutan datang, bisa menjelaskan kondisi seperti apa," katanya.

Sedangkan soal izin Presiden, Kejagung menyatakan tak memerlukannya untuk pemeriksaan Setnov, karena saat pertemuan dilangsungkan, Setnov saat itu tidak mendapat tugas dari DPR untuk menemui Presiden Direktur Freeport bersama Riza Chalid, sebagaimana keterangan sekretaris jenderal DPR RI.

"Itu kan artinya buka sebagai pelaksana tugas, itu saja. Itulah yang membuat Kejaksaan bersikap tidak memerlukan lagi izin presiden," katanya.

Menurut Arminsyah, penyelidikan kasus "papa minta saham" masih terus berjalan. Namun, karena masih penyelidikan, maka Kejagung belum bisa melakukan upaya paksa terhadap Setnov dan M Riza Chalid.


Reporter: Iwan Sutiawan
Editor: Tian Arief

Iwan Sutiawan
20-01-2016 13:35