Main Menu

Setnov Mengaku Tak Pernah Minta Saham dan Catut Nama Jokowi

Iwan Sutiawan
04-02-2016 16:01

Setia Novanto (GATRAnews/Abdurachman)

Setia Novanto (GATRAnews/Abdurachman)

Jakarta, GATRAnews - Mantan Ketua DPR RI Setya Novanto kepada penyelidik Kejaksaan Agung mengaku tidak pernah meminta saham PT Freeport Indonesia. Bantahan tersebut disampaikannya kepada wartawan, saat isirahat pemeriksaan penyelidikan kasus "Papa minta saham" di Kejaksaan Agung (Kejagung), Jakarta.

"Ya, yang jelas saya tidak pernah meminta saham dan tidak pernah mencatut nama presiden dan wakil presiden, dan semuanya itu tidak benar," kata politisi Partai Golkar itu, di Jakarta, Kamis (4/2).

Karena alasan inilah, Setnov mengaku memenuhi panggilan penyelidik Kejagung untuk menjelaskan duduk perkara tentang kasus yang populer disebut "papa minta saham". "Semuanya saya serahkan kepada penyelidik, saya sudah jelaskan sejelas-jelasnya," ucapnya.

Selain untuk menjelaskan duduk perkara, Setnov yang "terjungkal" dari kursi ketua DPR RI akibat terbukti melanggar kode etik sebagai anggota DPR karena menemui Presiden Direktur PT Freeport Indonesia, Maroef Sjamsoeddin, dengan mengajak pengusaha minyak M Riza Chalid, memenuhi panggilan penyelidik sebagai kewajibannya selaku warga negara Indonesia.

"Saya tentu sebagai warga negara yang mematuhi masalah hukum dan saya niat secara pribadi. Tentu saya datang ke Kejagung untuk bersedia diperiksa tanpa menunggu daripada waktu yang sudah saya mohonkan dalam dua minggu," ujarnya.

Setnov menambahkan, "Ini sebagai kesadaran saya, dan saya sudah sampaikan apa yang saya ketahui dan saya alami. Untuk selanjutnya, saya serahkan sepenuhnya kepada penyelidik dan terima kasih sekali, semua berjalan lancar dan tentu segala pertanyaan dan segala jawaban sudah diberikan sebaik-baiknya."

Pada kesempatan ini, Setnov mengakui pernah bersama Riza Chalid menemui Maroef di hotel mewah Ritz Carlton Jakarta. Namun, ia enggan menjawab berapa kali pertemuan itu terjadi dan berapa jumlah pertanyaan yang diajukan penyelidik. "Ya, nanti tanya langsung saja ke penyelidik. Ya saya siap (kalau dipanggil lagi)," ujarnya.


Reporter: Iwan Sutiawan
Editor: Tian Arief

Iwan Sutiawan
04-02-2016 16:01