Main Menu

Setnov Bantah Minta Saham Agar Kontrak Freeport Diperpanjang

Iwan Sutiawan
11-02-2016 00:15

Setya Novanto(GATRAnews/Abdurachman)

Jakarta, GATRAnews - Jaksa Agung Muda Pidana Khusus (Jampidsus) Arminsyah, kepada wartawan mengatakan, mantan Ketua DPR Setya Novanto (SN) membantah isi rekaman percakapannya dengan Maroef Sjamsoeddin dan pengusaha minyak Riza Chalid, sebagai upaya meminta saham agar kontrak PT Freeport Indonesia bisa diperpanjang.

"Pada pokoknya, SN tidak tahu terkait rekaman. Diakui, tidak membenarkan itu terkait perpanjangan Freeport ataupun kontrak," kata Arminsyah kepada wartawan, di Kejagung, Jakarta, Rabu malam (10/2).

Setnov menyampaikan bantahan tersebut setelah penyelidik memperdengarkan rekaman percakapan yang ada di dalam telepon selular milik Maroef Sjamsoeddin dan mengajukan sekitar 31 pertanyaan.

Setnov mulai menjalani pemeriksaan sekitar 18.00 dan berakhir pada pukul 21.30 WIB dengan materi mengenai pertemuan di Hotel Ritz Carlton, Jakarta, beberapa waktu lalu.

"Tentang pertemuan di Ritz Carlton hotel, apa yang dibiacarakan. Kita perdengarkan rekaman 1 jam 27 menit," kata Arminsyah.

Sementara kuasa hukum Setnov, Firman Wijaya, mengatakan, kliennya tidak pernah meminta saham. "Sama seperti sebelumnya, enggak ada pencatutan nama wapres dan presiden," ujarnya.

Setnov siap memberikan keterangan jika penyelidik Kejagung kembali melayangkan panggilan. "Oiya, tidak ada hambatan, kalau diperlukan. Kita tunggu hubungan pihak Kejaksaan."


Reporter: Iwan Sutiawan
Editor: Tian Arief

Iwan Sutiawan
11-02-2016 00:15