Main Menu

Pemegang Saham XL Axiata Setujui ''Rights Issue'' XL

didi
10-03-2016 16:28

XL Axiata (ANTARA/Zabur Karuru/HR02)

Jakarta, GATRAnews - PT XL Axiata Tbk bakal melakukan Penambahan Modal Dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD) melalui mekanisme Penawaran Umum Terbatas II sebanyak-banyaknya 2.750.000.000 saham dengan nilai nominal Rp 100 per saham. "Rencana aksi korporasi tersebut sudah disetujui pemegang saham kami," kata Direktur XL, Mohamed Adlan bin Ahmad Tajudin dalam keterangan tertulisnya, Kamis (10/3). 

Adlan mengungkapkan hal itu pada Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) XL Axiata. Dalam rapat juga menyetujui rencana Axiata Investments (Indonesia) Sdn. Bhd. (Axiata) untuk mengambil bagian atas saham baru yang akan dikeluarkan oleh Perseroan dalam rangka PUT II serta menggunakan hak tagihnya kepada Perseroan berdasarkan Perjanjian Pinjaman tertanggal 10 Maret 2014, sebagaimana diubah dan dialihkan dari waktu ke waktu (Perjanjian Pinjaman) sebagai kompensasi setoran setoran modal atas saham baru yang akan dikeluarkan oleh Perseroan tersebut. "Dan untuk itu akan menghapus kewajiban perseroan terhadap Axiata atas jumlah utang tertentu berdasarkan Perjanjian Pinjaman," tuturnya. 

Jumlah dana yang akan diterima sehubungan dengan Penambahan Modal Dengan HMETD ini, lanjut Adlan, seluruhnya akan digunakan untuk pembayaran atas utang perseroan kepada Axiata selaku pemegang saham perseroan. "Hasil dana rights issue akan dipergunakan untuk pembayaran utang perseroan ke Axiata sebesar US$500 juta. Jika ada lebih, akan digunakan untuk modal kerja Perseroan," ucapnya. 

Adlan mengungkapkan, pihaknya belum menentukan berapa harga saham XL akan dilepas melalui mekanisme rights issue tersebut. "Harga belum bisa ditentukan, karena masih menunggu pernyataan efektif dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK)," pungkasnya. 

Sementara itu PT XL Axiata Tbk melakukan perubahan susunan Direksi di dalam Manajemen. Direktur Utama XL, Dian Siswarini, mengatakan, bahwa pemegang saham XL telah menyetujui pengangkatan Direktur baru. "Yessie D. Yosetya yang telah berkarir selama kurang lebih 11 tahun di XL dan sebelumnya telah menduduki jabatan sebagai Chief Service Management Offiver, akan menduduki jabatan sebagai Direktur Independen/Chief Service Management Officer. Jabatan baru berlaku sejak ditutupnua rapat ini sampai penutupan RUPST pada tahun 2019 mendatang," ujarnya. 

Dian Siswarini mengaku, pengangkatan Yessie sebagai Direktur Independen sudah sangat tepat. "Yessie memiliki semuua persyaratan untuk menjabat sebagai seorang Direktur, selain juga dedikasi yang tinggi terhadap XL. Secara profesional, Yessie juga telah menunjukkan kapasitasnya sebagai pemimpin yang mampu secara cakap membawa organisasi dalam menghadapi tantangan industri telekomunikasi dan digital yang tidak ringan," tegasnya. 

Selain itu, Rapat Tahunan juga telah menyetujui dan menerima mengenai Laporan Tahunan Direksi Perseroan mengenai kegiatan dan jalannya Perseroan termasuk namun tidak terbatas pada hasil-hasil yang telah dicapai selama tahun buku yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2015, juga atas Laporan Tugas Pengawasan Dewan Komisaris, serta memberikan persetujuan dan pengesahan atas Laporan Keuangan Konsolidasi Perseroan untuk tahun buku yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2015 yang telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik Tanudiredja, Wibisana Rintis & Rekan. 

Lebih lanjut Dian Siswarini menambahkan, rapat juga menyetujui untuk tidak menyisihkan cadangan untuk tahun buku yang berakhir 31 Desember 2015 dengan mengacu kepada rugi usaha dan Pasal 70 UU.40 Tahun 2007. "Rapat pun menyetujui seluruh normalized net profit untuk dijadikan kaba ditahan karena tidak signifikannya nilai tersebut untuk dijadikan dividen per lembar saham dengan mengacu kepada kebijakan dividen Pprseroan dan besaran nilai laba tahun berjalan setelah penyesuaian (normalized net profit) yang telah dibukukan Perseroan," jelasnya. 

Sebagai informasi, Direksi dan Dewan Komisaris Perseroan pada penutupan RUPST pada tahun 2019, adalah sebagai berikut : 

Dewan Komisaris

Presiden Komisaris : YBhg Tan Sri Dato' insinyur Muhammad Radzi bin Haji Mansor

Komisaris : YBhg Dato' Sri Jamaludin bin Ibrahim

Komisaris : Azran Osman-Rani

Komisaris : Chari TVT

Komisaris : M. Chatib Basri

Komisaris Independen : Peter J. Chambers

Komisaris Independen : Yasmin Stamboel Wirjawan

 

Direksi 

Direktur Utama : Dian Siswarini

Direktur : Willen Lucas Timmermans

Direktur : Mohamed Adlan bin Ahmad Tajudin

Direktur Independen : Yessie D. Yosetya 


Reporter: Didi Kurniawan

Editor: Nur Hidayat

didi
10-03-2016 16:28