Main Menu

Pengamat: Penghentian Kasus ''Papa Minta Saham'' Sudah Tepat

Ervan
18-04-2016 09:52

Kejaksaan Agung (GATRAnews/Adi Wijya/re1)

Jakarta, GATRAnews - Direktur Eksekutif Voxpol Center, Pangi Syarwi Chaniago mengapresasi langkah Kejaksaan Agung dalam menghentikan kasus dugaan pemufakatan jahat PT Freeport yang melibatkan mantan Ketua DPR Setya Novanto. 

"Kita harus mengapresiasi Jaksa Agung dalam menghentikan kasus yang tidak ada relevansinya dengan penegakan hukum, dan sarat dengan kepentingan politik. Seperti keberanian Jaksa Agung dalam deponeering kasus Bambang Widjojanto dan Abraham Samad, ini harus didukung," katanya kepada wartawan di Jakarta, Senin (18/4). 

Dia pun berharap semua pihak tidak mengintervensi Jaksa Agung dalam menghentikan kasus PT Freeport tersebut. Dia menilai dalam kasus itu, tidak ada bukti otentik, primer dan sekunder yang menyatakan adanya pemufatakan jahat. 

"Pertanyaan mengelitik yang sampai sekarang belum jelas dan tak jelas bukti Setnov meminta saham Freeport, kalau Jaksa punya bukti permulaan yang kuat terkait pemufakatan jahat tentu akan melanjutkan kasus ini," papar pria yang karib disapa Ipang ini. 

Dia menambahkan, dirinya melihat Jaksa Agung HM Prasetyo punya pretensi atau alasan tersendiri menghentikan kasus tersebut. "Barang bukti itu penting dalam menegakkan hukum, kalau ada data otentik dan bukti lengkap maka harus ditegakkan hukum. Penegakan hukum tidak boleh ditaklukkan oleh kekuatan politik. Hukum tidak boleh tunduk pada tekanan opini publik, like or dis-like," tuturnya. 

Penegakan hukum berdasarkan fakta fakta hukum lanjut dia, dan tidak boleh oleh ada tekanan opini publik. "Negara ini enggak boleh mengambil keputusan atau menghukum seseorang berdasarkan opini publik. Nggak boleh, ini negara hukum, hukum harus ditegakkan mesti besok pagi  langit runtuh," ucapnya. 


Reporter: Ervan Bayu

Editor: Nur Hidayat

Ervan
18-04-2016 09:52