Main Menu

Saham Aramco Akan Dijual ke Publik

Dani Hamdani
26-04-2016 12:19

Wakil Putera Mahkota Saudi Arabia Pangeran Muhammad bin Salman berbicara pada konferensi pers di Riyadh, 25 April 25, 2016 (GATRAnews/AFP Photo/Fayez Nureldine)

Riyadh, GATRAnews - Perusahaan Minyak terbesar di dunia, milik kerajaan Saudi Arabia, Aramco sahamnya akan dijual ke publik, demikian diumumkan oleh Wakil Putra Mahkota Pangeran Muhammad bin Salman. Putra Raja Saudi berusia 30 tahun ini mendklarasikan rencana tersebut pada Senin petang saat menyampaikan Visi Saudi 2030 di Riyardh, ibu kota kerajaan tersebut.

 

Pangeran Muhammad adalah putra Mahkota Kedua kerajaan Saudi. Pria kelahiran 31 Agustus 1985 ini adalah calon raja Saudi setelah Putra Mahkota Pangeran Muhammad bin Nayef yang lahir di Jeddah pada 30 Agustus 1959.

 

Pengeran Muhammad, yang juga menjadi Menteri Pertahanan termuda di dunia, oleh ayahnya juga diangkat sebagai ketua Majelis Ekonomi dan Pembangunan (Council for Economic and Development Affairs), menyatakan bahwa Aramco diharapkan akan dinilai sebesar US$ 2 triliun dan rencanananya akan dijual kurang dari 5% saham pada publik.

 

Aramco, seperti dilaporkan kantor berita Reuters, dijalankan oleh orang Amerika, tapi sepenuhnya merupakan perusahaan milik Kerajaan Saudi. Aramco mengelola seluruh minyak kerajaan itu, dengan cadangan yang dimilikinya 265 miliar barel atau sekitar 15% cadangan minyak seluruh dunia.

 

Perusahaan ini menghasilkan minyak 10 juta barel per hari, atau tiga kali lipat dari perusahaan minyak terbesar di Dunia, ExxonMobil, tapi cadangan yang dimilikinya 10 kali lipat Exxon.

 

Jika Aranco jadi go public, maka dia akan menjadi perusahaan pertama yang memiliki nilai diatas US$ 1 triliun.

 

"Kurang dari 5% dari Induk Perusahaan... kami akan coba pecah - pecah dan membuat Aramco sebagai Induk Usaha," kata Pangeran Muhammad bin Salman dalam wawancara di televisi. 

 

Menurutnya, Aramco akan ditransformasikan menjadi sebuah induk usaha dengan para komisaris dan direksi yang akan dipilih.

 

Beberapa anak perusahaan, lanjut Pangeran Muhammad, juga akan dijual lewat bursa saham sebagai bagian dari privatisasi untuk mendorong keterbukaan pada perusahaan raksasa minyak itu.

 

"Jika 1 persen saja saham Aramco dijual ke pasar, hanya satu persen, itu akan menjadi IPO terbesar di dunia," ujarnya.

 

Aramco, lanjutnya, akan dijual di bursa saham Saudi. Namun lanjutnya, ada ide yang masih dipelajari untuk membuat sebuah lembaga pendanaan di Pasar Amerika Serikat yang akan membeli saham Aramco tersebut untuk membawa masuk likuiditas.


Editor: Dani Hamdani 


Klik www.gatra.com/telkomsel untuk daftar online kartuHalo Telkomsel tanpa harus datang ke kantor GraPARI

Dani Hamdani
26-04-2016 12:19