Main Menu

Gugurnya Saham Akibat Pemilu AS hanya Shock Sementara

Andya Dhyaksa
09-11-2016 18:36

Harga saham menurun akibat kemenangan Donald Trump (AFP/Daniel Roland/HR02)

New York, GATRAnews - Kemenangan Donald J. Trump dalam perhelatan Pemilu USA ke-58 hari  ini, mengejutkan sejumlah pihak. Hal ini juga berpengaruh kepada harga saham di kawasan. Asia Dow Jones tercatat turun hingga 2,73%, Nikkei 225 (-5,36%), Hang Seng (-2,16%), Shanghai (-0,6%), Sensex (-1,23%) dan Singapore (-1,08%). Di Indonesia sendiri, IHSG juga diketahui mengalami pelemahan hingga 1,03%. 


 

Menurut Reza Priyambada, analis dari Asosiasi Emiten Indonesia, penurunan harga saham gabungan ini karena pasar berharap Hillary Clinton, calon dari Partai Demokrat, yang memenangi pemilu.

 

Pasalnya, dalam masa kampanye, program-program yang dijabarkan Clinton lebih detail dan dapat diterima pasar. Beda dengan Trump yang kebijakannya masih belum terlihat. “Ketika ekseptasi tidak sesuai, maka market berbalik arah [terkoreksi],” kata Reza kepada GATRA.

 

Penyebab lain mengapa saham-saham Asia berguguran, bukan hanya karena ekspetasi. Tetapi juga karena pernyataan-pernyataan kontroversi Trump selama kampanye.

 

“Kontroversi ini sebenarnya menjadi sentimen tambahan saja,” katanya. Reza memprediksi pelemahan ini tak akan berlangsung lama. “Hanya shock sesaat saja, karena pasa melihat apa yang ada di depan mata.”

 

Menurut Reza, kemenangan Trump ini tak lepas dari ketidakpuasan warga Paman Sam terhadap kinerja Barack Obama, yang mana merupakan dari Partai Demokrat. Pertumbuhan ekonomi AS yang stagnan, hingga banyaknya pengangguran, menjadikan pemilih ingin mencoba-coba sosok yang tidak biasa. “Jadi Trump ini programnya lebih agresif. Masyarakat AS ingin sesuatu yang beda, yang lebih berani,” katanya.


Penulis: Andya Dhyaksa

 

Andya Dhyaksa
09-11-2016 18:36