Main Menu

Kejagung Eksekusi Saham Gayus Tambunan

Iwan Sutiawan
12-11-2016 01:11

Kejaksaan Agung RI (GATRAnews/Adi Wijaya/yus4)

Jakarta, GATRAnews - Pusat Pemulihan Aset Kejaksaan (PPA Kejagung) telah mengeksekusi 15.188.000 lembar saham milik terpidana Gayus Halomoan Pertahanan Tambunan senilai Rp 820.220.350.



Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejagung, Mohammad Rum di Jakarta, Jumat (11/11), mengatakan, PPA mengeksekusi saham dengan kode UNSP tersebut pada hari Kamis kemarin (10/11).

"Kamis, 3 November 2016, Pusat Pemulihan Aset Kejaksaan Agung RI telah melaksanakan eksekusi aset barang rampasan negara dalam perkara tindak pidana korupsi atas nama terpidana Gayus Halomoan P Tambunan," kata Rum.

Eksekusi aset barang rampasan negara tersebut merupakan pelaksanaan dari Putusan Mahkamah Agung (MA) Republik Indonesia Nomor 52 K/Pid.Sus/2013, tanggal 26 Maret 2013.

Putusan MA di atas terkait putusan sebelumnya, yakni Putusan Pengadilan Tinggi DKI Jakarta Nomor 22/Pid/TPK/2012/PT.DKI, tanggal 21 Juni 2012 juncto Putusan Pengadilan Negeri Jakarta Pusat Nomor 34/Pid.B/TPK/2011/PN.Jkt.Pst, tanggal 1 Maret 2012.

"Penyelesaian aset (repatriasi) saham tersebut dilakukan melalui mekanisme rransaksi di Bursa Efek Indonesia (BEI) dan hasilnya langsung disetorkan ke kas Negara melalui rekening Kejaksaan Negeri (Kejari) Jakarta Pusat," kata Rum.

Sebelumnya, Kejagung juga telah mengeksekusi aset Gayus, yakni tanah dan bangunan di Kelapa Gading, Jakarta Utara (Jakut) dan uang di Bank Indonesia.

Mantan pegawai Unit Banding dan Keberatan pada Ditjen Pajak ini harus menjalani hukuman selama 30 tahun penjara dan membayar denda mencapai Rp 1 milyar dalam 4 kasus pidana yang membelitnya.

Keempat kasus tersebut yakni menerima suap (korupsi), pencucian uang, pemalsuan paspor untuk bepergian selama dalam masa hukuman, dan penggelapan pajak.


Reporter: Iwan Sutiawan

Iwan Sutiawan
12-11-2016 01:11