Main Menu

Efek Trump: Investor Lepas Obligasi Lari ke Saham

Rosyid
14-11-2016 09:35

Ilustrasi (Gatra/Eva Agriana Ali/AK9)

New York, GATRANews - Kehadiran Donald Trump di Gedung Putih diprediksi akan mendorong pertumbuhan ekonomi lebih cepat  sekaligus inflasi akan terkerek naik. Mengantipasi perubahan itu para investor melarikan portofolio modalnya ke saham ketimbang kepada obligasi. Sekaligus mengakhiri kecenderungan membeli obligasi yang sudah bertahan 30 tahun



Dalam dua hari ini sekitar 1 triliun dolar AS modal terpompa keluar dari pasar obligasi global di seluruh dunia yang merupakan paling buruk dalam 1,5 tahun terakhir. Fenomena ini terjadi karena investor memperkirakan pemerintahan Trump akan menggenjot investasi bisnis dan belanja, namun inflasi naik.

"Kami melihat pergeseran sentimen di pasar obligasi. Kami juga mengalaminya. Orang mulai merealokasi obligasi untuk dimasukkan ke saham," kata Jeffrey Gundlach dari DoubleLine Capital kepada Reuters.  Perusahaan kapital yang berbasis di Los Angeles ini mengelola asset sekitar 106 miliar dolar AS.

Dalam beberapa tahun terakhir obligasi mengalami tekanan dimana bunganya semakin lama semakin kecil.

Penarikan besar-besaran modal dalam obligasi telah melesatkan yield obligasi AS ke puncak tertingginya sejak Januari di mana yield untuk jangka 30 tahun mencatat kenaikan tertinggu mingguan sejak Januari 2009.

Larinya portofolio modal dari obligasi ke saham ini telah menyuntik pasar saham di mana indeks patokan Dow Jones Industrial Average di Wall Street menyentuh angka paling tinggi dalam lima tahun terakhir, Jumat pekan lalu.

Yield German Bund dengan tenor 10 tahun naik ke level terteinggi dalam delapan bulan terakhir,  sedangkan imbal hasil emas Inggris naik ke level tertinggi sebelum Inggris memutuskan keluar dari Uni Eropa.


 

Rosyid
14-11-2016 09:35