Main Menu

Dalam Sebulan, Saham Bank BTN Turun 15,72%

didi
28-11-2016 08:38

Bank Tabungan Negara (Dok.GATRA/Abdul Malik/HR02)

Jakarta, GATRAnews - Saham PT Bank Tabungan Negara Tbk dalam sebulan terakhir telah mengalami penurunan cukup signifikan. Saham bank berkode saham BBTN ini turun 15,72%. Dari data Bursa Efek Indonesia (BEI), tercatat hingga penutupan perdagangan akhir pekan lalu, Jumat (25/11) saham Bank BTN berada di level Rp1.635 atau anjlok 15,72% dibandingkan bulan sebelumnya, (25/10) di posisi Rp1.940

Koreksi ini dipicu pelemahan nilai tukar Rupiah di tengah meningkatnya ekspektasi kenaikan the Fed Rate yang mendorong aksi jual signifikan oleh investor domestik dan asing terhadap saham-saham emiten di Bursa Efek Indonesia.

Hal tersebut juga seiring aksi jual cukup besar dilakukan terhadap saham-saham sektor perbankan.

Selain sentimen eksternal, investor juga mengkhawatirkan dampak sejumlah isu domestik terhadap stabilitas politik, ekonomi dan keamanan domestik dalam beberapa pekan ke depan.

Sebelumnya, Persatuan Perusahaan Real Estat Indonesia (REI) menilai adanya rencana aksi demonstrasi pada 2 Desember 2016 akan memicu penjualan bisnis properti di Jakarta mengalami penurunan.

Ketua Umum REI, Eddy Hussy mengatakan, aksi demonstrasi yang berlangsung di Jakarta sedikit banyak berdampak negatif ke industri properti, terlihat dari penjualan yang mengalami penurunan dibandingkan Oktober 2016.

"Penjualan turun karena kepastian keamanan maupun politik menjadi sentimen negatif bagi pembeli terhadap properti," ujar Eddy.

Eddy menambahkan, pembeli properti di Jakarta rata-rata berinvestasi jangka menengah dan panjang, sehingga jika situasi tidak kondusif maka masyarakat akan menunda atau batal membeli properti.

"Ini mau ada lagi rencana demonstrasi, sudah pembeli hati-hati dulu melihat kondisi keamanan," tuturnya.

Eddy mengharapkan, pemerintah dapat mengatasi berbagai kondisi yang terjadi dengan cepat, sehingga keamanan dan kenyamanan berinvestasi di Jakarta tetap terjaga dengan baik.


Reporter: Didi Kurniawan
Editor: Tian Arief

didi
28-11-2016 08:38