Main Menu

PROJO: Freeport Tak Pantas Tolak Divestasi 51% Saham

Iwan Sutiawan
21-02-2017 23:46

Jakarta, GATRAnews - Dewan Pimpinan Pusat Pro Jokowi (DPP PROJO) menilai, PT Freeport Indonesia tidak pantas menolak divestasi 51% saham, Izin Usaha Pertambangan Khusus (IUPK), dan beberapa hal lainnya sesuai ketentuan perundang-undangan serta aturan turunannya. "Apa pantas korporasi yang sudah mengeruk untung luar biasa besar berperilaku seperti itu? Menolak divestasi 51% sama saja menolak ajakan untuk mewujudkan amanat konstitusi Indonesia," kata Budi Ari, Ketua Umum PROJO, di Jakarta, Selasa (21/2).

Sebagai korporasi yang telah beroperasi dan menangguk untung besar selama hampir 50 tahun di Indonesia, sudah saatnya Freeport berupaya bersama pemerintah Indonesia mewujudkan tujuan yang lebih besar dan melampaui hitung-hitungan profit semata.

"Divestasi 51% tersebut harus dilihat sebagai ajakan Presiden Jokowi kepada Freeport untuk bersama mewujudkan amanat konstitusi dan kehendak rakyat," tandasnya.

Menurut Budi, divestasi 51% adalah kehendak rakyat Indonesia yang dimanivertasikan Presiden Jokowi melalui PP Nomor 1 Tahun 2017. Kehendak rakyat tersebut sejalan dengan amanat konstitusi, bahwa kekayaan alam Indonesia harus dimanfaatkan sebesar-besarnya untuk kemakmuran rakyat Indonesia.

Terlebih, pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) telah berupaya maksimal mengakomodasi poin-poin di dalam Kontrak Karya (KK) ke dalam IUPK dalam batas koridor peraturan yang ada.

"Ini apa maunya semua ditolak? Kalau persoalannya jaminan kepastian investasi, saya kira pemerintah telah cukup membuka diri untuk membahas," tandas Budi.

Karena itu, PROJO mengimbau Freeport Indonesia lebih peka erhadap aspirasi rakyat dan pemerintah Indonesia, serta menghormati segenap aturan dan ketentuan yang berlaku. "Ibaratnya di mana bumi dipijak di situ langit dijunjung," katanya. Budi menambahkan, PROJO mendukung pemerintah Indonesia soal Freeport.


Reporter: Iwan Sutiawan
Editor: Tian Arief

Iwan Sutiawan
21-02-2017 23:46