Main Menu

Sesuai Wasiat AR Soehoed, 100% Saham Aldevco Milik Pemerintah

didi
10-03-2017 16:12

Jakarta, GATRAnews - Pemerintah Republik lndonesia resmi menerima pengembalian seluruh saham di PT Aldevco berikut penyerahan seluruh aset-aset PT Aldevco, baik bergerak maupun tidak bergerak. Pengembalian saham ini dilakukan di Kantor Kementerian Koordinator bidang Perekonomian, Jakarta Pusat.

 

Pengembalian saham tersebut dilakukan oleh Middyningsih selaku pelaksana wasiat (executeur testamentair) dari Almarhum A.R. Soehoed, Mantan Menteri Perindustrian pada Kabinet Pembangunan III era Orde Baru.

 

Pengembalian seluruh saham ini merupakan hasil dari proses yang cukup panjang, yaitu sejak tahun 2005, hingga A.R Soehoed selaku pemegang saham di PT Aldevco, meninggal dunia pada tanggal 7 Juni 2014.

 

Sepeninggal AR Soehoed, Middyningsih, salah satu direktur di PT Aldevco diberikan mandat oleh Almarhum A R Soehoed untuk melanjutkan proses pengembalian PT Aldeveo kepada Pemerintah RI.

 

"Berdasarkan wasiat yang dibuat oleh Bapak AR. Soehoed. Saya diamanatkan untuk melanjutkan proses pengembalian saham ini kepada Pemerintah, bukan untuk kepentingan pribadi saya atau kepentingan pribadi siapapun. Sehingga diharapkan penyerahan PT Aldevco kepada Pemerintah RI dapat mendukung perkembangan industri alumunium di Indonesia," ujar Middyningsih dalam keterangan resminya, Selasa (7/3).

 

Sebelumnya, proses administrasi hukum untuk penyerahan saham dan aset PT. Aldevco dilanjutkan oleh Middyningsih dengan mengirimkan surat kepada Presiden Joko Widodo pada akhir tahun 2014, yang kemudian ditanggapi dan disambut baik oleh Presiden Republik Indonesia dengan menunjuk tim lintas kementerian dengan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian (Kemenko Perekonomian) sebagai koordinator teknis penyerahan tersebut.

 

Di bawah pimpinan dan arahan Kemenko Perekonomian, yang diwakili oleh Sekretaris Kemenko Perekonomian, Lukita Dinarsyah Tuwo, dan Staff Ahli Bidang Hubungan Ekonomi dan Politik, Hukum dan Keamanan, Elen Setiadi, proses penyerahan berjalan dengan baik dengan melibatkan beberapa kementerian teknis dan institusi terkait.

 

Audit keuangan oleh Badan Pengawas Keuangan dan Pembangungan (BPKP) dan audit hukum oleh konsultan hukum terhadap PT Aldevco. Hasil audit keuangan dan hukum tersebut pada pokoknya menyimpulkan bahwa PT Aldevco layak untuk dapat diterima kembali oleh Pemerintah RI.

 

“Sesuai instruksi langsung dari Bapak Presiden, agar proses penyerahan saham ini dapat segera diselesaikan,” tutur Sekretaris Kemenko Perekonomian, Lukita Dinarsyah Tuwo.

 

Dalam hal ini, Menteri Keuangan selaku perwakilan Pemerintah Rl yang berwenang untuk menerima penyerahan, telah memberikan kuasa kepada Direktur Jenderal Kekayaan Negara untuk menandatangani Akta Pengalihan Saham dari PT Aldevco kepada Pemerintah RI.

 

"DJKN atas nama Pemerintah, menerima dan menyambut dengan baik penyerahan tersebut, yang selanjutnya akan dibicarakan secara internal untuk melanjutkan industri aluminium di Indonesia,” imbuh Dirjen Kekayaan Negara, Sonny Loho.

 

Seperti diketahui, PT Aldevco adalah sebuah perseroan terbatas yang berdiri sejak tahun 1988. Perusahaan ini didirikan oleh Alm. A.R. Soehoed dan beberapa rekannya. Kedudukan PT Aldevco pada saat itu adalah sebagai perusahaan pemasaran hasil produksi dari PT Inalum.

 

Sejak adanya PT Aldevco, lndonesia mempunyai kesempatan untuk memajukan industri aluminium. Selain pemasaran, PT Aldevco juga mencetuskan pendirian PT Asahan Aluminium Alloys (PT AAA) untuk melakukan usaha Cast dan Alloy di Indonesia, sehingga setiap hasil produksi PT Inalum tidak harus dikirim untuk diolah di Jepang, melainkan cukup diolah di Indonesia.


Reporter: Didi Kurniawan

editor: Dani Hamdani

didi
10-03-2017 16:12