Main Menu

ICW Soal Novanto, ''Papa Minta Saham'' Saja Mundur

Iwan Sutiawan
18-07-2017 14:46

Koordinator Divisi Korupsi Politik ICW, Donal Fariz (Antara / Zabur Karuru / AK9)

Jakarta, GATRAnews - Indonesia Corruption Watch (ICW) menilai banyak alasan yang mendasari Setya Novanto harus mengundurkan diri sebagai ketua DPR RI setelah ditetapkan sebagai tersangka korupsi e-KTP oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).



Koordinator Divisi Korupsi Politik ICW, Donal Fariz, dalam konferensi pers di ICW, Jakarta, Selasa (18/7), mengatakan, salah satu alasannya adalah ketika Setya Novanto terjerat kasus dugaan pelanggaran kode etik kasus "papa minta saham Freeport" dia menyatakan mundur sebagai ketua DPR.

"Kenapa SN [Setya Novanto] juga harus mundur, karena dalam kasus pelanggaran etik di MKD sebelum diputus, dia mengundurkan diri, apalagi dia dalam status tersangka tindak pidana korupsi," ujar Donal.

Direktur Pusat Studi Konstitusi (PUSaKO) Universitas Andalas (Unand), Feri Amsari, menambahkan, DPR dapat memberhentikan Setya Novanto sebagai pimpinan DPR.

"DPR dapat memberhentikan SN dengan mengacu pada ketentuan Pasal 87 Ayat (1) UU MD3. Berdasarkan ketentuan tersebut, pimpinan DPR dapat diberhentikan karena meninggal dunia, mengundurkan diri, atau diberhentikan," ujarnya.

Ketentuan tentang "diberhentikan" itu diatur lebih lanjut dalam Ayat (2) ketentuan pasal di atas, bahwa pimpinan DPR dapat diberhentikan jika Partai Golkar mengusulkannya.


Reporter: Iwan Sutiawan

Iwan Sutiawan
18-07-2017 14:46