Main Menu

IPW: Manajemen & Pemegang Saham TPK Koja Seharusnya Berpikir Kepentingan Nasional

Arif Prasetyo
04-09-2017 05:28

Kapal APL Los Angeles: Lambannya Bongkar Muat di JICT oleh TPK Koja Sampai 5 Hari (Foto: Dok.JICT)

Jakarta, GATRAnews - Direktur Indonesia Port Watch Syaiful Hasan melihat bahwa operasional pelabuhan petikemas Jakarta International Container Terminal (JICT) yang masih dioperasikan TPK Koja  sebagai tindakan yang kontra-produktif.


Menurut Syaiful, para pemegang saham TPK Koja seharusnya tidak mengutamakan soal business to business semata dan malah mengganggu produktivitas pelabuhan.

"Kalau Koja mau B2B (Business to Business), ya silakan. Tapi produktivitas anjlok dan komplain dari pengguna jasa internasional masif, yah kontraproduktif," ujar Syaiful saat dihubungi, Senin (4/9).

"Karena pelabuhan ada fungsi negara sesuai UU, harus berorientasi kepada publik, tidak bisa Hutchison seenaknya. Nanti image Indonesia malah rusak dan program pemerintah terganggu," ucapnya.

Sebagai operator pelabuhan, lanjut Syaiful, Pelindo II dan Hutchison sebaiknya mengevaluasi operasional JICT oleh TPK Koja yang dinilai menyebabkan lamanya pelayanan.

Pengamat pelabuhan itu menilai kerja Pelindo II dan Hutchison harus difokuskan pada persoalan yang berdampak besar di masyarakat seperti kelancaran arus barang.



"Sebagai operator pelabuhan dan investor asing, mereka (Pelindo II dan Hutchison) harus memprioritaskan kelancaran arus barang dan kepentingan pelanggan internasional. Jangan hanya memikirkan cara politisasi pekerja dengan langgar aturan dan UU," tutur dia.

Sebelumnya, Corporate Secretary TPK Koja Nuryono Arief menantang pihak-pihak yang menyangsikan produktivitas TPK Koja.

Di sisi lain komplain dari pelayaran besar asal China COSCO dan Perancis CMA CGM soal lambatnya produktivitas JICT tidak digubris manajemen TPK Koja.

CHI (China Indonesia) service untuk Kapal CPO Norfolk harus menunggu sandar 4 hari sehingga harus meninggalkan muatan untuk dimuat ke kapal berikutnya. Selain itu kapal CSCL Santos dilayani sampai lebih dari 3 hari harus menghilangkan 2 rute pelabuhan di China yakni Dalian dan Xiamen.

Adapun kapal APL Los Angeles harus memakan waktu bongkar muat sampai dengan 5 hari akibat lambannya pelayanan dermaga JICT oleh TPK Koja.


Editor: Arief Prasetyo

Arif Prasetyo
04-09-2017 05:28