Main Menu

Pemprov DKI Pelajari Beli Saham Aetra di Palyja

Abdul Rozak
11-10-2017 16:42

Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat (Antara/Sigid Kurniawan/AK9)

Jakarta, Gatracom - Mahkamah Agung (MA) memerintahkan pengeloaan air bersih di Ibu Kota oleh swasta segera dihentikan. Hal itu bertentangan dengan peraturan dan merugikan masyarakat.


Gubernur DKI Djarot Saiful Hidayat mengatakan, masih mempelajari putusan itu. Serta mempelajari kemungkinan untuk membeli saham dua operator air di Jakarta PT Aetra Air Jakarta dan PT PAM Lyonnaise Jaya (Palyja).

"Kita belum bisa memperkirakan dampak putusan seperti apa. Apa sahamnya Aetra dan Palyja kita beli semua? Mereka sudah investasi, atau seperti apa kita belum tahu," ujar Djarot di Balai Kota DKI, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Rabu (11/10).

Beberapa waktu lalu, Pemprov DKI Jakarta berniat membeli salah satu saham operator air itu melalui PT Jakarta Propertindo (Jakpro). Namun kandas karena terganjal masalah hukum.

"Tahun 2015, kita anggarkan itu di PT Jakpro tapi ada persoalan hukum enggak bisa. Kalau enggak salah sampai Arbitrase Internasional," sambungnya.
 
Pasca putusan MA, Djarot meminta pelayanan air kepada warga oleh dua operator air itu tidak terganggu. Djarot menegaskan pelayanan harus tetap jalan seperti biasa.


Reporter: Abdul Rozak
Editor: Arief Prasetyo

Abdul Rozak
11-10-2017 16:42