Main Menu

Pemerintah – Inalum Sepakati Pengambilalihan Saham Freeport

Sandika Prihatnala
13-01-2018 09:14

Penandatanganan perjanjian antara Pemerintah Pusat, Pemprov Papua, Pemkab Mimika, dan PT Inalum tentang pengambilan saham divestasi PT Freeport Indonesia (PTFI) di Kementerian Keuangan, Jakarta, Jumat (12/1). (Antara/Aprilio Akbar/AK9)

Jakarta, Gatra.com – Penandatanganan perjanjian ambil alih saham divestasi PT. Freeport Indonesia (PTFI) akhirnya dilakukan. Penandatanganan dilakukan Pemerintah Pusat, Pemerintah provinsi (Pemprov) Papua, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mimika, dan PT. Indonesia Asahan Alumunium (Inalum) pada Jum’at (12/1) kemarin.

Hadir dalam penandatanganan perjanjian diantaaranya Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan dan Direktur Utama PT Inalum Budi Gunadi Sadikin. 

Penandatanganan perjanjian ini diyakini sebagai langkah maju dan strategis dalam rangka mengambil alih saham divestasi PTFI. Sebelumnya, pokok – pokok kesepakatan antara pemerintah dan PTFI dirumuskan pada 27 Agustus 2017 lalu.

“Salah satu langkah strategis, kemajuan signifikan,” kata Menteri Keuangan Sri Mulyani di Jakarta, Jum’at.

Sri Mulyani menambahkan, kesepakatan ini adalah bagian dari semangat kebersamaan antara pemerintah pusat, daerah, dan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dalam proses pengambilan saham divestasi perusahaan raksasa tambang asal Amerika Serikat (AS) tersebut. 

“Saya terima kasih atas nama seluruh tim atas kerja samanya, sehingga kita bisa tantangan perjanjian yang baru saja dilaksanakan,” ungkapnya.

Ia mengingatkan agar proses divestasi ini dikawal serius dengan mengedepankan kepentingan nasional, rakyat Papua dan kedaulatan Indonesia agar mampu memanfaatkaan sumber daya alam secara transparan. Sekaligus menjaga upaya menjaga iklim investasi yang kondusif.

Sebelumnya pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memutuskan kembali memperpanjang izin usaha pertambangan khusus (IUPK) sementara milik PT Freeport Indonesia. IUPK operasi produksi raksasa tambang asal Amerika Serikat (AS) yang berakhir pada 31 Desember 2017, diperpanjang hingga 30 Juni 2018.



Editor : Sandika Prihatnala

 

Sandika Prihatnala
13-01-2018 09:14